Bahlil: PLTS 100 GWp Berpotensi Tarik Investasi Rp1.140 Triliun

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, GILIMANUK,BALI - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut pemerintah berpotensi menarik investasi sekitar Rp1.140 triliun untuk merealisasikan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp).“Total investasinya, Bapak Presiden, dari 100 GW adalah kurang lebih sekitar 71,3 miliar dolar AS atau setara Rp1.140 triliun lebih,” ujar Bahlil dalam acara Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp di Gilimanuk, Bali, Selasa.Bahlil mengatakan program tersebut juga dapat menghemat subsidi energi hingga Rp73,9 triliun per tahun. Pemerintah menargetkan penghematan itu dengan mengurangi penggunaan solar pada pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).“Dari total pekerjaan ini, bisa kita melakukan efisiensi terhadap subsidi setiap tahun Rp73,9 triliun,” kata Bahlil.Selain menghemat subsidi, pembangunan PLTS 100 GWp juga dapat menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) hingga 140,16 juta ton CO2.Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program strategis PLTS 100 GWp di Monumen Operasi Gilimanuk, Jembrana, Bali. Pemerintah menghubungkan peresmian di Gilimanuk secara daring dengan tiga lokasi lain, yaitu PLTS Terapung Gajah Mungkur di Wonogiri, Jawa Tengah; PLTS Desa Sembur di Batam, Kepulauan Riau; dan PLTS Pulau Rengit di Bangka Belitung.Di Bali, pemerintah menjalankan proyek PLTS dan Battery Energy Storage System (BESS) Monumen Operasi Gilimanuk sebagai bagian dari Program Fat Burning Bali. Pemerintah menargetkan proyek itu menggantikan pembangkit berbahan bakar minyak (BBM) dengan energi surya.Pemerintah membangun PLTS di Bali dengan kapasitas 198 MWp dan BESS sebesar 666 MWh di atas lahan sekitar 211 hektare. Pemerintah menargetkan proyek tersebut mulai beroperasi pada 2028. (*)