Motor listrik nasional Cakra NX1. Foto: YouTube/ Sekretariat PresidenPemerintah mulai merinci sejumlah kriteria yang wajib dipenuhi manufaktur dan pabrikan yang ingin berpartisipasi dalam proyek Motor Listrik Nasional (Molinas).Kriteria tersebut tidak hanya berkaitan dengan tingkat kandungan lokal. Pemerintah juga mensyaratkan penguasaan komponen utama, pengembangan desain di dalam negeri, penggunaan baterai berbasis nikel, hingga harga yang terjangkau.Asisten Deputi Pengembangan Industri Kemenko Perekonomian, Atong Soekirman, mengatakan kriteria tersebut disusun agar pengembangan Molinas tidak berhenti pada aktivitas perakitan, tetapi memberikan nilai tambah bagi industri dalam negeri."Nah, di dalam pertanyaan, kami juga ditanya kriteria. Saya ulangi kembali. Nanti di 2028 harapannya TKDN-nya 60 persen. Ini roadmap dari Kemenperin," ujar Atong dalam pemaparan diskusi di Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2026).Ilustrasi Motor Listrik Nasional (Molinas) berbasis ALVA N3. Foto: Dok. Hasil Olah Gambar Gemini AIPertama, soal TKDN. Pada tahap awal, setiap produk Molinas diwajibkan memenuhi TKDN minimal 40 persen. Angka tersebut kemudian akan dinaikkan secara bertahap hingga 60 persen pada 2028."Jadi sudah ada roadmap yang dibuat oleh Kemenperin, dan dirasakanlah di dalam Molinas. Kemarin ini ada komitmen bahwa 10 mitra itu akan memenuhi 60 persen TKDN di tahun 2028. Nah, ini kan angin segar juga," tambahnya.Kedua, pabrikan harus menguasai sejumlah komponen utama sekaligus mengembangkan desain secara mandiri di dalam negeri. Pemerintah tidak ingin Molinas hanya menjadi produk yang dirakit secara lokal dengan mengandalkan desain dari luar negeri."Komponen utama yaitu powertrain, frame/structure, plastik, dan bodi panel. Kemudian indigenous design. Nah, ini kami sampaikan," jelas Atong.Motor listrik nasional ALVA. Foto: Zamachsyari/kumparanAtong menekankan bahwa aspek tersebut mencakup penggunaan desain dan rekayasa yang dikembangkan di dalam negeri.Ketiga, Molinas diarahkan menggunakan paket baterai berbasis nikel atau Nickel Manganese Cobalt (NMC) yang diproduksi di dalam negeri. Paket baterai tersebut juga diwajibkan memenuhi TKDN minimal 40 persen.Syarat ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menghubungkan pengembangan industri motor listrik dengan program hilirisasi nikel nasional."Nah, ini sebagai catatan waktu nanti kita mendorong Molinas itu adalah basisnya adalah benar-benar nikel. Karena juga angka TKDN, kuncinya ada di TKDN-nya. Itu kalau baterainya itu NMC, itu besar," ungkap Atong.Motor listrik nasional ALVA. Foto: Zamachsyari/kumparanTerakhir, pemerintah mensyaratkan harga produk Molinas tetap terjangkau. Faktor tersebut dinilai penting agar motor listrik nasional tidak hanya memenuhi target kandungan lokal, tetapi juga dapat terserap oleh konsumen maupun kebutuhan operasional sektor publik."Dan harga terjangkau sesuai daya beli dan kebutuhan pasar domestik," pungkas Atong.