Bayi Kembar Siam asal Jepara Berhasil Dipisah di RSUP Dr Kariadi Semarang

Wait 5 sec.

Bayi bernama Shayna Yumna Arcilla dan Shazia Yumna Arasely setelah melewati operasi pemisahan kembar siam pada Jumat (21/8). Foto: Intan Alliva/kumparanRSUP Dr. Kariadi Semarang berhasil melakukan operasi pemisahan bayi kembar siam asal Jepara. Bayi bernama Shayna Yumna Arcilla dan Shazia Yumna Arasely mengalami kembar siam dempet di bagian tulang panggul bawah atau Ischiopagus Tetrapus.Ketua tim operasi pemisahan, dr Agoes Wibisono mengatakan, sebelum dilakukan operasi, Shayna dan Shazia yang lahir pada 12 Januari 2025, sudah menjalani serangkaian perawatan serta persiapan secara bertahap."Operasi pemisahan dilaksanakan pada 28 Juli 2026. Operasinya sekitar 12 jam," ujar Agoes, Jumat (21/8).Ada 20 dokter yang terlibat dalam operasi pemisahan ini. Mulai dari dokter spesialis anak, bedah anak, kandungan, urologi, ortopedi, anestesi, bedah plastik dan sejumlah dokter spesialis lainnya."Kita sepakat untuk melakukan pemisahan dan alhamdulillah berjalan lancar. Kami pisahkan pada usia 1 tahun 6 bulan karena menunggu kandung kemihnya besar agar bisa dipisahkan," jelas dia.Ia menjelaskan, kondisi Shayna dan Shazia yang mengalami kembar siam dempet di bagian tulang panggul bawah membuat anus, vagina, dan kandung kemih mereka menyatu"Jadi dua usus bayi itu bergabung menjadi satu sehingga kita buat lubang BAB dulu agar mereka bisa makan, bisa minum dengan baik," jelas dia.Operasi pemisahan kembar siam ini merupakan operasi yang keempat bagi RSUP dr Kariadi. Biaya operasi Shayna dan Shazia bahkan dibantu oleh para dokter dan karyawan RSUP dr Kariadi."Biaya yang sudah dikeluarkan sampai hari ini masing-masing berkisar Rp 200 juta," sebut Agoes.Sebelum operasi dilakukan, tim dokter juga melakukan serangkaian pendekatan kepada keluarga bayi agar mereka yakin keputusan ini merupakan keputusan terbaik."Sejak awal kita libatkan seluruh tim untuk diskusi dengan keluarganya dengan ayah, ibu dan neneknya. Kita sampaikan bagaimana kesulitannya apa yang terjadi selanjutnya, dari situ keluarga mantap dan mempercayakan kepada kami," ungkap Agoes.Direktur Utama RSUP Dr. Kariadi Agus Akhmadi menambahkan, meski per hari ini kedua bocah itu sudah diperbolehkan pulang ke rumah, pihaknya masih akan terus melakukan pemantauan dan pendampingan."Kami juga berkoordinasi dengan Dinkes Jepara dan Puskesmas Nalumsari 1 agar terus dipantau tumbuh kembangnya, kesehatan, rehabilitasinya," imbuh Akhmadi.Akhmadi juga menyebut, selain ditanggung BPJS juga, biaya operasi juga berasal dari sumbangan dokter dan tenaga medis yang peduli dengan kondisi bayi tersebut."Jadi kan kami kan RS tipe A rujukan. Jadi kalau ada yang bisa ditanggung BPJS ya ditanggung, tapi kalau tidak masa nggak kita urusin, kan engga," ucap Akhmadi.Sementara itu, orang tua bayi, Solihul Huda (29) mengaku kondisi anaknya yang kembar siam sudah terdeteksi saat kandungan berusia 4 bulan."Sudah terdeteksi di usia 4 bulan kandungan. Makanya langsung dirujuk ke Kariadi," ungkap Huda.Saat ini, ia dan keluarga merasa amat bahagia dengan kondisi dan perkembangan Shayna dan Shazia. Ia tak menyangka operasi besar sudah dilewati kedua anaknya."Alhamdulillah rasanya senang. Terima kasih untuk tim dokter, direktur, suster yang sudah merawat anak saya. Ini anak kedua dan ketiga saya. Dibantu semua oleh dokter di sini," kata Huda yang bekerja sebagai kuli bangunan tersebut.