Kawasan Kawah Wurung Ijen Bondowoso Terbakar, 10 Hektare Lahan Hangus

Wait 5 sec.

Kawasan wisata alam Kawah Wurung di Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Rabu (26/8/2026). Foto: Dok. BPBD BondowosoKawasan wisata alam Kawah Wurung di Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Rabu (26/8). Lahan seluas sekitar 10 hektare hangus dilalap si jago merah sebelum berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.Kebakaran pertama kali diketahui warga sekitar pukul 12.09 WIB di area petak 91 C dan D kawasan Kawah Wurung. Insiden yang tersebar di group WhatsApp tersebut kemudian langsung diteruskan ke pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso.Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, menyampaikan bahwa insiden karhutla tersebut melanda kawasan savana perbukitan Gunung Ijen yang menjadi ikon wisata daerah setempat."Kami menerima laporan dari masyarakat siang hari terkait adanya titik api di petak 91 C dan D Kawah Wurung. Tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan," ujar Kristianto.Kawasan wisata alam Kawah Wurung di Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Rabu (26/8/2026). Foto: Dok. BPBD BondowosoProses pemadaman melibatkan unsur gabungan dari BPBD Bondowoso, Koramil Sempol, Polsek Sempol, Perhutani, PT Medco, Disparpora, Agen BPBD Jawa Timur, serta warga setempat. Petugas memadamkan api secara manual menggunakan alat gepyok dan membuat ilaran (sekat bakar) untuk mencegah kobaran api meluas.Kristianto mengungkapkan, tim di lapangan sempat menghadapi hambatan dalam proses penanganan kebakaran lantaran topografi wilayah Kawah Wurung yang cukup ekstrem.Kawasan wisata alam Kawah Wurung di Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Rabu (26/8/2026). Foto: Dok. BPBD Bondowoso"Kendala utama di lapangan adalah medan yang curam. Hal ini cukup menyulitkan personel saat memadamkan api dan membuat ilaran," jelasnya.Setelah berjibaku selama kurang lebih enam jam, tim gabungan akhirnya berhasil memadamkan seluruh titik api pada pukul 18.01 WIB. Kristianto menambahkan, penyebab pasti yang memicu timbulnya api di area perbukitan tersebut masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.