Update Banjir Bandang di Nepal: 160 Orang Tewas dan Ratusan Hilang

Wait 5 sec.

Warga berdiri di dekat rumah-rumah yang tertutup lumpur dan jalan, setelah banjir bandang di Trishuli, distrik Nuwakot, Nepal, Rabu (26/8/2026). Foto: Navesh Chitrakar/REUTERSKepolisian Nepal telah mengevakuasi 160 jenazah korban banjir bandang yang menerjang wilayah perbatasan Nepal-Tibet, Rabu (26/8). Jumlah itu termasuk tambahan tiga korban tewas yang dilaporkan di sisi Tibet, China. Sementara ratusan lainnya masih hilang. AFP melaporkan, Kamis (27/8), angka korban di Nepal tersebut diperbarui setelah otoritas Nepal melakukan operasi pencarian dan penyelamatan.Banjir bandang dan longsor ini menerjang sejumlah wilayah di kawasan pegunungan Nepal, termasuk Distrik Rasuwa yang berada dekat perbatasan China. Arus deras membawa lumpur dan material longsoran hingga menghancurkan rumah, jembatan, jalan, serta sejumlah fasilitas infrastruktur. Operasi pencarian korban masih berlangsung, tetapi medan pegunungan dan kerusakan akses membuat proses evakuasi menjadi sulit.Pemandangan rumah-rumah yang tertutup lumpur setelah banjir bandang di Trishuli, distrik Nuwakot, Nepal, Rabu (26/8/2026). Foto: Navesh Chitrakar/REUTERSDi sisi Tibet, media pemerintah China sebelumnya melaporkan adanya korban dalam jumlah besar setelah longsor menerjang kawasan pusat perbatasan Gyirong. Sebanyak tiga orang dilaporkan tewas dan 265 lainnya masih hilang. Jalur menuju kawasan tersebut juga dilaporkan terputus setelah jalan, jaringan komunikasi, dan fasilitas listrik terdampak bencana.Bencana terjadi di kawasan Himalaya yang menjadi jalur penting antara Nepal dan Tibet, termasuk bagi wisatawan dan peziarah menuju Gunung Kailash. Di Nepal, ratusan wisatawan juga dilaporkan belum diketahui keberadaannya.Pemerintah dan aparat Nepal mengerahkan personel serta helikopter untuk melakukan pencarian dan evakuasi, sementara kondisi cuaca dan kerusakan infrastruktur masih menjadi kendala utama dalam operasi penyelamatan.