Kapal-kapal di Selat Hormuz, seperti terlihat dari Musandam, Oman, 14 Juni 2026. Foto: REUTERS/StringerMenteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dan Menlu Oman, Badr Albusaidi, membahas 'kerangka kerja sementara' untuk memulihkan pelayaran melalui Selat Hormuz menurut laporan Bloomberg, Rabu (26/8).Pemulihan itu dirilis Kantor Berita Oman, di tengah berlanjutnya negosiasi panjang kedua negara terkait navigasi di jalur perairan strategis tersebut."Inisiatif ini berupaya membentuk 'koridor maritim bersama sementara' dan proyek pembersihan ranjau guna memulihkan navigasi yang aman di kawasan tersebut," tulis pernyataan rilis tersebut.Pembicaraan teknis kedua belah pihak akan berlanjut guna menyepakati koridor maritim permanen, tata kelola selat di masa depan, serta mekanisme pertukaran informasi, manajemen lalu lintas kapal, dan penyediaan layanan maritim serta keamanan terkait.Selat Hormuz, yang sebelumnya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia, sebagian besar ditutup sejak Maret lalu setelah Iran memblokir jalur perairan tersebut menyusul serangan AS dan Israel pada 28 Februari yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.Iran dan Oman akan menggelar pembicaraan lanjutan untuk 'menegosiasikan rute permanen baru dalam jangka waktu 30 hingga 60 hari' bagi pelayaran di selat vital itu, menurut Wakil Menlu Iran Kazem Gharibabadi seperti dilaporkan kantor berita semi-pemerintah Tasnim, tanpa merinci kapan tahapan diskusi berikutnya dimulai.Selasa pagi, Presiden AS Donald Trump menyatakan Angkatan Laut AS telah membersihkan ranjau dari selat tersebut sebagai langkah membuka kembali arus pelayaran. Pengumuman di media sosial itu muncul sehari setelah AS merilis sederet sanksi ekonomi baru untuk mencegah kemitraan ekonomi dan finansial dengan Iran sekaligus meningkatkan tekanan terhadap Teheran.Kapal dan perahu di Selat Hormuz di lepas pantai Musandam, Oman, Senin (20/4/2026). Foto: REUTERS"Iran telah diberi tahu bahwa setiap kapal atau perahu yang menanam ranjau baru akan segera dihancurkan secara sistematis," kata Trump.Trump tidak memberikan bukti atas klaimnya mengenai pembersihan ranjau di selat tersebut, hal yang pernah ia klaim sebelumnya. Pejabat Eropa sebelumnya menyatakan skeptisisme mengingat proses pembersihan ranjau membutuhkan waktu lama dan sangat rumit.Teheran sebelumnya menegaskan hanya berfokus pada pembicaraan dengan Oman selaku negara pesisir Selat Hormuz lainnya, serta menekankan bahwa diskusi tersebut terpisah dari negosiasi dengan Washington yang saat ini jalan di tempat.Namun, terdapat indikasi pada Selasa bahwa negosiasi dapat melibatkan negara-negara lain di kawasan. Pernyataan bersama Iran dan Oman menyebutkan kedua pihak 'menekankan pentingnya menggelar pembicaraan bersama dengan negara-negara kawasan yang berbatasan dengan perairan Teluk Persia.' Sementara itu, Albusaidi dalam unggahan media sosialnya menyatakan pembicaraan dengan mitra regional 'akan dilakukan demi mendukung perdamaian, kerja sama, stabilitas, dan kebebasan navigasi.'Kesepakatan untuk melonggarkan lalu lintas di selat tersebut dapat membantu menghidupkan kembali pembicaraan antara Iran dan AS, menyusul kesepakatan damai sementara berdurasi 60 hari yang ditandatangani pada Juni lalu untuk mengakhiri konflik secara permanen. Masa berlaku kesepakatan tersebut telah berakhir pada pertengahan Agustus.