Jumlah Hilang Banjir Bandang Tibet Naik Jadi 558 Orang, 260 Warga Asing

Wait 5 sec.

Kondisi lumpur yang menutupi pemukiman warga pascabencana banjir bandang di Trishuli, Distrik Nuwakot, Nepal, Kamis (27/8/2026). Foto: Stringer/REUTERSJumlah orang yang dinyatakan hilang akibat bencana banjir bandang dan longsor di wilayah Gyirong, Tibet, China, meningkat menjadi 558 orang. Sebanyak 260 orang di antaranya merupakan warga negara asing.Kantor berita pemerintah China, CCTV, melaporkan pada Kamis (27/8) bahwa jumlah korban meninggal dunia di wilayah tersebut masih tercatat tiga orang.Bencana terjadi pada Rabu (26/8) di wilayah perbatasan China dan Nepal. Longsoran material dari kawasan pegunungan Himalaya memicu banjir bandang yang menerjang wilayah Gyirong County dan kawasan di Nepal.CCTV sebelumnya melaporkan ratusan orang hilang setelah banjir bandang menerjang kawasan tersebut. Bencana juga menyebabkan kerusakan pada jalan, fasilitas pembangkit listrik, serta permukiman di sepanjang aliran sungai.Di sisi Nepal, otoritas juga masih melakukan pencarian terhadap warga yang hilang. Sejumlah warga negara asing dilaporkan berada di kawasan terdampak ketika bencana terjadi, termasuk wisatawan dan pekerja proyek pembangkit listrik.Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia memastikan belum ada laporan WNI yang terdampak bencana tersebut.Direktur Perlindungan WNI Kemlu Heni Hamidah mengatakan KBRI Dhaka dan KBRI Beijing terus memantau kondisi WNI melalui koordinasi dengan komunitas WNI serta Konsulat RI di Kathmandu."Terdapat sekitar 45 WNI di Nepal, yang mayoritas berdomisili di Kathmandu dan bekerja di sektor perhotelan," kata Heni, Kamis (27/8).Kemlu juga memberikan perhatian khusus terhadap WNI yang berada di Nepal sebagai wisatawan, terutama mereka yang melakukan kegiatan pendakian.KBRI Dhaka telah mengimbau agen perjalanan yang memberangkatkan WNI ke Nepal untuk segera menyampaikan informasi mengenai keberadaan dan kondisi para WNI, khususnya mereka yang sedang melakukan perjalanan atau pendakian.Banjir bandang tersebut terjadi setelah bagian bawah gletser di kawasan Himalaya dilaporkan runtuh dan membawa material es serta batu ke lembah. Material tersebut kemudian meluncur ke Sungai Lhende Khola dan memicu banjir bandang berkecepatan tinggi.Tim polisi dan militer China serta Nepal kini masih melakukan operasi pencarian dan penyelamatan. Namun, proses evakuasi menghadapi sejumlah kendala karena beberapa wilayah terdampak mengalami kerusakan infrastruktur dan pemadaman listrik.Pemerintah setempat juga meminta masyarakat yang berada di kawasan rendah dan di sekitar aliran sungai untuk menjauh dari wilayah berbahaya dan mengikuti arahan otoritas.PBB dan sejumlah negara telah menyatakan kesiapan memberikan bantuan untuk mendukung upaya penyelamatan dan penanganan bencana di wilayah terdampak.