Ragam Arahan Prabowo Buat Percepat Penanganan Karhutla Riau-Sumatera

Wait 5 sec.

Presiden Prabowo Subianto tiba di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, untuk meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Sumatra, Senin (24/8). Foto: Zamachsyari/kumparanPresiden Prabowo Subianto turun langsung meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Sumatra pada Senin (24/8). Dari Riau hingga Sumatra Selatan, Prabowo menerima laporan kondisi terkini sekaligus meminta jajaran pemerintah mempercepat pemadaman dan memperkuat langkah pencegahan.Prabowo tiba di Pangkalan TNI AU Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, sekitar pukul 11.00 WIB. Kedatangannya disambut Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.Prabowo kemudian menuju Posko Aju Provinsi Riau untuk memimpin rapat bersama sejumlah menteri, pimpinan lembaga, serta pemerintah daerah.Dalam rapat tersebut, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melaporkan sejumlah pejabat pusat dan daerah telah hadir untuk membahas penanganan karhutla di Sumatra.“Pada hari ini, Senin 24 Agustus 2026, bertempat di Posko Aju Provinsi Riau Pekanbaru telah hadir beberapa menteri, Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN, serta pimpinan daerah, gubernur, wakil gubernur, pandam, kapolda. Kemudian masing-masing pejabat dari BMKG, Basarnas, BPBD dan perangkat lainnya. Selanjutnya atas izin bapak presiden," kata Teddy.Kedatangan Prabowo berlangsung di tengah kondisi udara Pekanbaru yang masih terdampak asap karhutla. Dari Riau, pembahasan kemudian berlanjut pada langkah konkret untuk mencegah titik panas berkembang menjadi kebakaran.Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan karhutla di Posko Aju, Provinsi Riau, Senin (24/8/2026). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden306 Hotspot di Riau, Prabowo Minta 300 Sumur BorKepala BPBD Riau M Edy Afrizal melaporkan terdapat 306 titik panas atau hotspot di Riau hingga 23 Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, tujuh titik telah menjadi titik api yang tersebar di empat kabupaten.Ketujuh titik itu berada di Pelalawan, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, dan Kampar. Dua lokasi yang masih cukup besar berada di Kerumutan, Pelalawan, serta Ribo Panjang, Kampar.Luas lahan terbakar di Riau sejak Januari hingga Agustus 2026 tercatat mencapai 16.277,50 hektare. Dari total tersebut, Prabowo mendapat laporan sekitar 900 hektare masih terbakar.“Jadi dari 16.000 hektare yang terbakar, sekarang tinggal 900,” kata Prabowo.“900 hektare,” jawab Edy.Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan karhutla di Posko Aju, Provinsi Riau, Senin (24/8/2026). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat PresidenPrabowo mengapresiasi jajaran di Riau yang telah menangani sebagian besar lahan terbakar. Namun, ia meminta tujuh titik api yang masih tersisa segera dipadamkan dengan mengerahkan kekuatan TNI dan Polri.“Kerahkan TNI-Polri ya, kerahkan kekuatan kita. Kalau Anda perlu tambahan bantuan segera laporan,” lanjutnya.Prabowo juga meminta penanganan tidak menunggu hotspot berkembang menjadi titik api. Ia menginstruksikan jajaran segera mendatangi lokasi ketika titik panas terdeteksi.“Jangan nunggu sampai jadi titik api. Ya tolong ya, masuk ke titik hotspot itu. Segera aja masuk ambil tindakan dini,” tegas Prabowo.Dari laporan tersebut, Prabowo kemudian meminta pembangunan sumur bor di sekitar titik panas. Edy menjelaskan sumur bor dapat dibuat dengan kedalaman sekitar 30 hingga 50 meter.Prabowo pun meminta sekitar 300 titik hotspot segera dilengkapi sumur bor.“Segera aja di 300 titik langsung bikin bor air,” tegas Prabowo.“Ya langsung ke situ langsung bikin bor air. Begitu ada hotspot bikin bor air di situ. Jangan tunggu titik api,” pungkasnya.Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan karhutla di Posko Aju, Provinsi Riau, Senin (24/8/2026). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat PresidenKapolda dan Pangdam Riau Dijanjikan Kenaikan JabatanPrabowo juga memberikan apresiasi kepada jajaran Riau atas penanganan karhutla. Bahkan, ia meminta Panglima TNI dan Kapolri mempertimbangkan kenaikan jabatan bagi Pangdam Riau Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo dan Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan apabila penanganan karhutla berhasil diselesaikan.“Coba carikan jabatan supaya mereka bisa naik. Ya, selesai dulu. Ya kalau begitu 900 (hektare karhutla) selesai, Panglima TNI, Kapolri,” tutur Prabowo.Prabowo mengatakan apresiasi tersebut diberikan karena ia menilai jajaran Riau telah melakukan langkah preventif dengan baik.“Saya kira ini sesuatu yang baik, mungkin kita catat untuk disampaikan ke daerah-daerah lain cara penanganan ini. Langkah-langkah kegiatan preventif kalian juga cukup bagus,” kata Prabowo.Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Listyo Sigit Prabowo saat rapat penanganan karhutla di Posko Aju, Provinsi Riau, Senin (24/8/2026). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat PresidenDi Sumsel, 17 Orang Jadi Tersangka KarhutlaDari Riau, penanganan karhutla juga dibahas dalam rapat di Palembang, Sumatra Selatan. Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho melaporkan kepolisian telah menangani 15 laporan polisi terkait karhutla dan menetapkan 17 orang sebagai tersangka.Sandi mengatakan kesiapsiagaan telah dilakukan sejak awal tahun melalui apel, sosialisasi, dan edukasi kepada masyarakat mengenai larangan pembakaran lahan.Berdasarkan pemeriksaan, sebagian besar pelaku mengaku membakar lahan untuk memudahkan proses pembukaan lahan.“Motivasi yang sudah kami periksa rata-rata karena untuk membuka lahan, memudahkan membuka lahan,” ungkap Sandi.Namun, polisi juga menemukan kasus pembakaran kebun tebu milik PTPN. Menurut Sandi, pembakaran dilakukan karena adanya anggapan bahwa tanaman tebu yang dibakar menjelang panen dapat meningkatkan rendemen dan membuat rasanya lebih manis.“Seperti tadi malam, ada yang ditangkap ada 2 tempat, 1 membuka lahan yang satu lagi karena ada kebun tebu punya PTPN. Ada anomali tebu itu kalau sudah waktunya mau dipanen apabila dibakar, rendemen akan semakin banyak dan rasanya semakin manis. Tapi itu sudah kami ingatkan sejak awal itu tidak boleh karena berdampak pada wilayah lainnya,” ujarnya.Dua orang dari masyarakat telah ditangkap karena diduga membakar kebun tebu tersebut.“Tadi malam kita tangkap 2 orang dari masyarakat membakar kebun tebu tersebut dan akan diperiksa sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.Mendengar laporan tersebut, Prabowo meminta pelaku pembakaran ditindak tegas.“Itu harus ditindak tegas ditangkap kalau perlu,” tegas Prabowo.Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan karhutla di Posko Aju, Provinsi Riau, Senin (24/8/2026). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat PresidenPrabowo Dorong Uji Tepung Singkong untuk Padamkan ApiDalam rapat di Sumatra Selatan, muncul pula inovasi penggunaan tepung berbahan dasar singkong sebagai bahan pemadam karhutla.Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahan tersebut berpotensi digunakan untuk mencegah maupun memadamkan api, terutama pada tahap awal.“Izin Pak, terkait dengan zat yang bisa digunakan untuk mencegah apabila ada kebakaran mungkin dulu pernah kami laporkan Bapak ke Bapak bahwa ada sejenis zat yang menggunakan bahan baku utama dari tepung yang bisa digunakan untuk mencegah Pak,” kata Listyo.Menurut Listyo, zat tersebut bekerja dengan memisahkan unsur yang dibutuhkan dalam proses pembakaran sehingga api dapat diredam.Prabowo kemudian menanyakan bahan bakunya.“Itu tepung, tepung apa itu?” tanya Prabowo.“Tepung itu Pak, tepung dari ubi Pak,” jawab Listyo.Foto udara Jembatan Ampera Palembang yang tertutup kabut asap saat pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (23/8/2026). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTOPangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis menjelaskan inovasi tersebut merupakan temuan anggota Babinsa di Lubuklinggau, Sumatra Selatan. Namun, kapasitas produksinya masih terbatas.Prabowo meminta teknologi tersebut dikembangkan dan diuji dalam skala besar. Ia bahkan membayangkan bahan tersebut dapat digunakan melalui helikopter untuk menjangkau kawasan yang terbakar.“Berarti yang kita water bomb bukan water bomb ya, ubi bombing,” ujar Prabowo.Prabowo meminta dilakukan pengujian untuk mengetahui seberapa luas area yang dapat dipadamkan dengan bahan tersebut.“Mungkin 4 ton ubi serbuk atau ubi apa tepung ini kita uji coba efektif luasnya berapa ya,” kata Prabowo.Ia juga meminta BRIN mengecek kemungkinan produksi atau pengadaan bahan pemadam lain yang dinilai lebih efektif dibandingkan air.Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan karhutla di Posko Aju, Provinsi Riau, Senin (24/8/2026). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat PresidenSumsel Minta 500 Sumur Bor, Prabowo SetujuiKebutuhan sarana pemadaman juga menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan. Gubernur Sumsel Herman Deru melaporkan daerahnya telah memiliki 12 sumur bor yang dibuat Polri, tetapi jumlah tersebut masih belum mencukupi.Herman kemudian mengusulkan tambahan 500 sumur bor lengkap dengan pompa dan selang.“Jadi kalau ada sumur bor dilengkapi dengan mesinnya Pak untuk nyedotnya Pak. Saya lihat provinsi lain pada dapat 500 Pak di Seskab kalau bisa jadi kita dapat juga Pak mesin sedot Pak dan selangnya. Demikian Bapak Presiden,” terangnya.Prabowo meminta jumlah kebutuhan tersebut diperjelas.“Ya ajukan. Kau butuh berapa?” kata Prabowo.“Kalau mau sumur kalau dia seiring dengan sumur Pak, kalau sumur-nya Bapak kasih 500 pompanya 500 Pak.”Setelah memastikan jumlah tersebut, Prabowo menyetujui permintaan itu.“Ya 500 segera kirim ya. Aku kan nunggu kalau nggak ngajuin,” ujar Prabowo.Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan karhutla di Posko Aju, Provinsi Riau, Senin (24/8/2026). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat PresidenPengiriman 500 unit tersebut ditargetkan dapat dilakukan dalam waktu dua hingga tiga hari.Selain sumur bor, Prabowo meminta penambahan alat pelindung diri (APD) dan masker bagi petugas maupun masyarakat yang terdampak asap.Pemerintah Kota Palembang juga telah menyiapkan 18 ribu masker untuk dibagikan kepada masyarakat.Prabowo meminta distribusi masker diperluas ke wilayah lain yang membutuhkan.“Tolong kerahkan saja sebanyak mungkin saja kita bisa turunkan ke semua daerah ya. Apa lagi saudara-saudara?” kata dia.Penanganan karhutla di Sumatra kini diarahkan tidak hanya pada pemadaman titik api, tetapi juga pencegahan sejak hotspot terdeteksi. Pemerintah memperkuat peralatan, personel, sarana air, hingga penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti sengaja melakukan pembakaran.