Petugas membersihkan ruangan di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Senin (8/9/2025). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTODanantara Sumberdaya Indonesia (DSI) membuka kemungkinan memperluas cakupan komoditas ekspor yang dikelola di luar tiga komoditas yang menjadi fokus. Ketiga komoditas itu yakni batu bara, minyak sawit atau crude palm oil (CPO), dan ferroalloy.CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan tiga komoditas tersebut menjadi fokus awal DSI karena memiliki nilai ekspor tertinggi secara nasional.“Saat awal ini memang baru tiga komoditas tertinggi nasional yang di mana ada di dalam fokus kita yaitu batu bara, minyak sawit atau CPO, dan juga ferroalloy,” kata Rosan saat acara pengenalan PT DSI di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (24/8).Rosan juga menegaskan DSI tidak akan mengubah hubungan komersial yang telah berjalan antara eksportir dan pembeli dalam menjalankan mandatnya.Ilustrasi tambang batu bara. Foto: ShutterstockHal serupa juga diutarakan Direktur Keuangan PT DSI Sinthya Roesly. Namun menurut Sinthya, cakupan komoditas tetap terbuka untuk dilakukan ke depan.“Pertanyaannya apakah ada kemungkinan kita perluas ke depan? Kemungkinan ada,” ujarnya.Menurut Sinthya, perluasan komoditas sejalan dengan cita-cita pemerintah agar sumber daya Indonesia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat.Sejumlah truk pengangkut Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit mengantre untuk pembongkaran di salah satu pabrik minyak kelapa sawit milik PT.Karya Tanah Subur (KTS) Desa Padang Sikabu, Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh, Selasa (17/5/2022). Foto: Syifa Yulinnas/ANTARA FOTOMenurut dia pengelolaan sumber daya yang lebih optimal juga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.“Kami juga sudah menganalisa secara bertahap dengan reality-nya dan kemudian bagaimana efisiensi dan pragmatisme dari operasionalnya akan kita pastikan secara bertahap dari mandat operasional ini betul betul terukur dan dapat diterima oleh pasar,” tutupnya.