Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara pada konferensi pers di kantor Perdana Menteri di Yerusalem pada 10 Agustus 2025. Foto: Abir SULTAN / POOL / AFPPerdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim Iran pernah mencoba membunuh salah satu putranya. Namun, dia tidak menjelaskan kapan dugaan upaya tersebut terjadi, siapa putranya yang menjadi target, maupun sejauh mana rencana itu dijalankan.Netanyahu menyampaikan klaim tersebut dalam wawancara melalui telepon dengan stasiun televisi Israel, Channel 14, Senin (24/8). Pernyataan itu disampaikan ketika dia menanggapi laporan mengenai perlindungan keamanan bagi para kandidat dalam pemilihan umum Israel."Untuk putra-putra saya, menurut saya ada sesuatu yang cukup sulit dipercaya. Iran menargetkan salah satu putra saya. Iran mencoba membunuh, mencoba menghabisi nyawa salah satu putra saya," kata Netanyahu dikutip Reuters."Iran mencoba membunuh salah satu putra saya, dan oleh karena itu perlindungan keamanan ini bukanlah sebuah kemewahan," lanjutnya.Netanyahu tidak memberikan informasi lebih jauh mengenai dugaan upaya pembunuhan tersebut. Dia juga tidak menyebut putra yang dimaksud.Putra sulung Netanyahu, Yair Netanyahu, saat ini tinggal di Miami, Amerika Serikat.Perwakilan Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York belum memberikan tanggapan atas tuduhan tersebut.Menteri Pertahanan Israel Israel Katz, Kepala Staf Tzachi Braverman, juru bicara Ziv Agmon, Menteri Luar Negeri Gideon Saar dan Mayor Jenderal Roman Gofman mendengarkan saat Wakil Presiden AS JD Vance bertemu dengan Perdana Menteri Israel Netanyahu. Foto: Nathan Howard/ POOL / AFPNetanyahu Soroti Perlindungan Kandidat PMPernyataan Netanyahu muncul di tengah meningkatnya ketegangan Israel dan Iran setelah perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran dimulai pada Februari. Dalam perang tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pemimpin senior Iran tewas.Netanyahu juga mengatakan telah meminta Kepala Shin Bet David Zini memastikan setiap calon perdana menteri mendapat perlindungan keamanan yang memadai.Pernyataan itu berkaitan dengan laporan media Israel yang menyebut Zini menolak memberikan perlindungan kepada Gadi Eisenkot. Kepada otoritas pemilu, Zini disebut mengatakan tidak ada indikasi Eisenkot menjadi target ancaman.Eisenkot merupakan rival politik Netanyahu. Partainya diperkirakan meraih kursi terbanyak dalam pemilu Israel yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober.Meski demikian, perolehan kursi terbanyak tidak otomatis membuat sebuah partai membentuk pemerintahan. Sistem politik Israel umumnya mengharuskan partai-partai membangun koalisi untuk memperoleh mayoritas di parlemen.Netanyahu sendiri menghadapi tekanan politik menjelang pemilu. Koalisinya tertinggal dalam sejumlah jajak pendapat yang dilakukan sekitar dua bulan sebelum pemungutan suara