Warga mengais puing sisa barang-barang mereka yang terbakar di Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Minggu (23/8/2026). Foto: Ahmad Subaidi/ANTARA FOTOKebakaran besar melanda Desa Adat Sade di Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (22/8) malam. Kebakaran berdampak pada sejumlah rumah warga, fasilitas adat, tempat usaha, hingga benda-benda yang berkaitan dengan kehidupan dan budaya masyarakat Sasak.Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, sekitar 70 kepala keluarga (KK) yang tinggal di kawasan tersebut menjadi prioritas penanganan karena kehilangan tempat tinggal dan harta benda.Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti, mengatakan hingga saat ini belum ada arahan kepada Kementerian PU terkait renovasi maupun pembangunan kembali rumah warga yang terbakar."Sampai saat ini belum ada arahan untuk keterlibatan Kementerian PU untuk renovasi atau pembangunan rumah di Desa Adat Sade yang terbakar," kata Diana saat dihubungi kumparan, Senin (24/8). Wakil Menteri Perkerjaan Umum, Diana Kusumastuti saat Rapat Kerja dan RDP dengan Komisi V di DPR RI, Senayan, Kamis (21/5/2026). Foto: YouTube/ TVR ParlemenMenurut Diana, rehabilitasi dan rekonstruksi rumah merupakan kewenangan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Selain itu karena Desa Adat Sade memiliki nilai sejarah dan budaya, proses pemulihannya juga perlu melibatkan kementerian terkait."Mengingat ini rehabilitasi/rekonstruksi rumah merupakan kewenangan Kementerian PKP dan terkait kawasan cagar budaya maka perlu bersinergi dengan Kementerian Kebudayaan serta Kementerian Pariwisata," ujarnyaSebelumnya, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan penyebab kebakaran masih dalam proses investigasi. Pemerintah belum dapat memastikan sumber apinya. Setelah penanganan warga terdampak, pemerintah mulai menyiapkan pemulihan kawasan Desa Adat Sade. Lalu mengatakan bangunan yang terbakar akan diupayakan untuk dikembalikan seperti kondisi semula, sebab kawasan tersebut memiliki nilai sejarah dan budaya bagi masyarakat Sasak."Pasti prosesnya akan sangat mahal, karena kita harus memastikan bahwa itu dibangun kembali seperti, namanya juga restorasi, kembali seperti semula," kata Lalu.