Iring-iringan Ambulans Antar Bang Jek Sang Relawan ke Peristirahatan Terakhir

Wait 5 sec.

Ahmad Zaki Ali, relawan kemanusiaan, yang wafat saat menyalurkan bantuan di lokasi gempa di Flores, NTT, Jumat (21/8/2026) Foto: Instagram/@ahmadzaki_aliTubuhnya boleh saja dimakamkan sore itu, tetapi semangatnya menghidupi generasi selanjutnya. Sabtu (21/8), jenazah Ahmad Zaki Ali, diantarkan ke peristirahatan terakhir di TPU Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.Zaki merupakan relawan dari Yayasan Komunitas Gerak Bareng asal Jakarta. Ia kerap membantu sejumlah operasi SAR, baik di Jakarta maupun di wilayah lainnya.Operasi SAR terakhir Zaki yakni membantu korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dia gugur di usianya yang ke-38 tahun, saat membantu membawa bantuan dari Reo menuju Desa Satar Padut, Manggarai Timur.Iring iringan dan pemakaman jenazah relawan Ahmad Zaki yang gugur saat bantu korban gempa NTT. Foto: Dok. Kantor SAR JakartaDiantar Iring-iringan Ambulans dan PelayatPemakaman Zaki dilakukan pada Sabtu sore menjelang magrib, setelah sebelumnya tiba terlebih dahulu di Jakarta. Dari Bandara Soekarno-Hatta, jenazah almarhum kemudian diserahkan kepada keluarga dan dibawa menuju rumah duka di Jakarta Barat.Kemudian, dalam proses pemakaman, almarhum diantar iring-iringan ambulans beserta banyak pelayat.Iring iringan dan pemakaman jenazah relawan Ahmad Zaki yang gugur saat bantu korban gempa NTT. Foto: Dok. Kantor SAR JakartaSuasana pemakaman terlihat ramai. Sirine ambulans begitu nyaring terdengar. Antusias pengantar begitu membeludak, mengiringi almarhum ke peristirahatan terakhirnya. Iring iringan dan pemakaman jenazah relawan Ahmad Zaki yang gugur saat bantu korban gempa NTT. Foto: Dok. Kantor SAR Jakarta"Dalam prosesi penghormatan terakhir ini, personel rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta hadir bersama ratusan potensi SAR se-Jabodetabek dan komunitas ambulans se-Jabodetabek," demikian dikutip dari akun Kantor SAR Jakarta, Minggu (23/8).Iring iringan dan pemakaman jenazah relawan Ahmad Zaki yang gugur saat bantu korban gempa NTT. Foto: Dok. Kantor SAR Jakarta"Mereka hadir bukan hanya untuk mengantar seorang relawan menuju peristirahatan terakhir, tetapi juga untuk memberikan penghormatan kepada seseorang yang telah mendedikasikan tenaga, waktu, dan hidupnya untuk kemanusiaan," sambungnya.Kiprah Bang JekRelawan kemanusiaan Ahmad Zaki Ali meninggal dunia saat membantu penanganan gempa di NTT. Foto: Instagram/@kantorsar_jakartaAhmad Zaki Ali akrab disapa Bang Jek merupakan pendiri Yayasan Gerak Bareng yang aktif melakukan kegiatan amal kemanusiaan.Dia pernah menyerahkan bantuan sepeda motor kepada guru Ahmad Aziz yang viral karena naik sepeda kecil sambil membonceng anaknya ke sekolah berkilo-kilometer.Saat NTT diguncang gempa pada 15 Agustus, dia langsung bergegas menuju ke lokasi bencana untuk memberikan bantuan kemanusiaan.Pada Jumat (21/8) pagi, beberapa jam sebelum wafat, almarhum sempat mengunggah konten di media sosial mengabarkan kondisi di lokasi bencana."Update pagi ini, hari ke-6 saya di lokasi bencana. Logistik kita menipis, semoga Jumat ini bisa bertambah lagi. Agar makin banyak dan luas jangkauan bantuan yang bisa kita salurkan. Di fase tanggap darurat kita akan fokus pada kebutuhan dasar. Oleh karenanya kita butuh support orang orang baik," tulisnya di akun Instagramnya yang diikuti oleh lebih 53 ribu follower."Rencana mengingatkan kita bahwa manusia tidak pernah benar-benar punya kendali. Yang bisa kita lakukan adalah berikhtiar, saling menjaga, dan memperbanyak doa. Semoga Allah menjaga kita, keluarga kita, dan saudara-saudara kita yang sedang berada di wilayah terdampak bencana. Tetap waspada. Jangan panik. Jangan lupa berdoa," tulisnya pada bagian lain.Kepergiannya menyisakan duka di kalangan para relawan/penggiat kemanusiaan. Ucapan duka mengalir dari berbagai komunitas maupun perseorangan.Adapun gempa di NTT terjadi Sabtu, 15 Agustus 2026. Gempa berkekuatan magnitudo 7,7, ini berpusat di kawasan Flores dan paling parah berdampak ke Manggarai Timur serta sejumlah wilayah lain Sedikitnya 83 tewas dalam bencana alam ini.