Jok Motor Latex Lagi Ngetren, Jadi Primadona Dongkrak Kenyamanan

Wait 5 sec.

Pilihan model modifikasi jok motor Zain Jok di Pondok Ranggon, Jakarta Timur. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanTren modifikasi jok motor mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir. Bila sebelumnya pemilik motor lebih banyak mengejar tampilan melalui motif dan bentuk tertentu, kini aspek kenyamanan menjadi salah satu pertimbangan utama.Zain, pengusaha modifikasi jok motor di Pondok Ranggon, Jakarta Timur, menjelaskan bahwa perubahan tersebut mulai terlihat sejak sekitar 2018. Menurutnya, penggunaan busa latex dan munculnya model jok bergaya Eropa ikut mendorong tren modifikasi.Beberapa keunggulan jenis busa ini adalah lebih empuk namun tetap menopang dengan baik, mengikuti kontur tubuh, tidak mudah amblas, pantulan yang nyaman, hingga bisa diatur dalam berbagai tingkat kepadatan.“Mulai berubah itu sekitar 2018. Semenjak ada latex, semenjak ada motif-motif Eropa. Mulai ke kenyamanan daripada penampilan,” ujarnya kepada kumparan saat ditemui di tempat usahanya, Zain Jok, Minggu (9/8).Modifikasi jok motor bergaya Eropa. Foto: Dok. MBtechLanjutnya, tren modifikasi jok sebelum periode tersebut lebih banyak mengedepankan tampilan. Sekitar 2015, misalnya, pemilik motor di Tanah Air ramai melirik konsep modifikasi asal Thailand.“Kalau zaman dulu 2015-an itu yang lagi tenar Thai Look, (jok motif) karbon-karbon Thailand lagi tenar. Untuk sekarang sudah nggak, kebanyakan busa latex dan kulit polos. Trennya sudah beda, mungkin orang-orang pilih yang simple aja,” kata Zain.Ia menilai perubahan tersebut tidak hanya terjadi pada konsumen yang sudah berusia lebih dewasa. Pengendara muda juga mulai memilih modifikasi yang memberikan posisi duduk lebih nyaman dibandingkan sekadar mengejar tampilan.Proses pemberian lem dalam modifikasi jok motor. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanMenurut Zain, meningkatnya aktivitas touring turut membuat aspek kenyamanan jok semakin diperhatikan. Pengendara yang menempuh perjalanan jauh, termasuk untuk kebutuhan harian dengan jarak tempuh yang panjang, membutuhkan jok dengan bentuk dan karakter busa yang mampu menopang tubuh dalam waktu lama.“Anak-anak muda sekarang juga sama, modifnya kenyamanan juga walaupun masih muda. Anak muda dulu kan modifnya harus papas fiber, harus tipis banget, sekarang nggak,” tutur pria yang sudah meggeluti usaha modifikasi jok motor selama 15 tahun itu.Untuk beberapa tahun ke depan, ia memperkirakan penggunaan busa latex masih menjadi salah satu tren modifikasi jok motor, terutama pada motor skutik yang banyak digunakan masyarakat.Sementara untuk bagian kulit, Zain melihat tren akan lebih bergantung pada kreasi dan desain yang ditawarkan. Motif bordiran masih bisa menjadi pilihan, tapi permintaan terhadap desain yang sederhana dan fungsional dinilai lebih dominan dibandingkan tren modifikasi sebelumnya.