Putri Mahkota Kerajaan Norwegia Mette-Marit bersama Putra Mahkota Haakon tiba untuk resepsi perayaan ulang tahun ke-25 kompleks kedutaan Nordik bersama perwakilan lain dari lima negara Nordik dan Jerman di Berlin, Jerman, pada 21 Oktober 2024. Foto: John MACDOUGALL / AFPRaja Harald V dari Norwegia wafat pada Jumat (28/8) di usia 89 tahun. Ia meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Oslo University. Sepeninggal Harald, Norwegia akan dipimpin oleh anak laki-lakinya, Putra Mahkota Pangeran Haakon dan Putri Mette-Marit.Haakon menjadi raja keempat yang memimpin Kerajaan Norwegia dalam sejarah kerajaan modern. Pada 1905, Norwegia merdeka dari penjajahan Swedia dan mengembalikan sistem monarki.Sebagai raja, Haakon menggunakan regnal name atau nama resmi Raja Haakon VIII. Sementara itu, istrinya, Mette-Marit, menyandang titel sebagai queen consort atau permaisuri.Raja Norwegia, Harald. Foto: Jean-Francois Monier/AFPDengan naiknya takhta Haakon dan Mette-Marit, putri sulung mereka, Putri Ingrid Alexandra, juga mendapat gelar baru. Putri berusia 22 tahun itu kini menjadi pewaris takhta (heir to the throne) bergelar Putri Mahkota.Semasa hidup, kondisi kesehatan Raja Harald V kerap bermasalah. Itulah mengapa, Haakon sudah cukup sering menjadi regent dan menggantikan tugas-tugas resmi sang ayah ketika sedang berhalangan. Tanggung jawab dan tugas Haakon sebagai Putra Mahkota terus bertambah, mempersiapkan dirinya untuk mengemban tugas sebagai pemimpin monarki.Haakon merupakan anak bungsu Raja Harald V dan Ratu Sonja. Kakaknya, Putri Martha Louise, bukan pewaris takhta karena seorang perempuan. Dulu, keturunan laki-laki akan selalu lebih diutamakan dalam garis pewaris takhta. Oleh sebab itu, saat Haakon lahir di 1973, dia otomatis menjadi pewaris takhta melampaui Martha Louise.Putri Mahkota Kerajaan Norwegia Mette-Marit bersama Putra Mahkota Haakon menghadiri makan malam di Museum Nasional (Rijksmuseum), Amsterdam, Belanda, pada 29 April 2013. Foto: ROBIN UTRECHT / POOL / AFPNamun, di 1990, Konstitusi Norwegia diamandemen. Lewat perubahan itu, anak sulung seorang raja atau ratu otomatis akan menjadi pewaris takhta tanpa memandang gender. Itulah mengapa putri sulung Haakon dan Mette-Marit langsung menyandang gelar Putri Mahkota.Sebagai seorang raja, Haakon diperkirakan akan menjadi pemimpin yang berbeda dengan mendiang ayahnya. Dikutip BBC, Raja Harald V dikenal sebagai sosok karismatik dan jenaka, sedangkan Raja Haakon VIII cenderung lebih tertutup dan pendiam seperti ibunya, Ratu Sonja.“Namun, dalam beberapa tahun terakhir, ia (Haakon) sedikit lebih rileks dan lebih terbuka, serta menunjukkan sisi jenakanya. Dia menanggung beban tanggung jawab besar selama bertahun-tahun, mengingat orang tuanya terus bertambah tua dan istrinya sakit,” kata sejarawan Trond Noren Isaksen.Putra Mahkota Norwegia Haakon dan Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit berjalan saat Misa Pemakaman Paus Fransiskus di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Sabtu (26/4/2025). Foto: Kai Pfaffenbach/ReutersMette-Marit dulunya hanyalah warga biasa. Dia dan Haakon berjumpa di sebuah festival musik pada 1999 dan saling jatuh cinta. Namun, hubungan mereka sempat memicu kontroversi. Mette-Marit adalah ibu tunggal yang tidak menikah. Mantan kekasih Mette-Marit, yang juga ayah dari anaknya Marius Borg Hoiby, adalah residivis yang pernah ditahan akibat kepemilikan kokain.Namun, cinta Haakon dan Mette-Marit direstui oleh keluarga kerajaan. Keduanya menikah di Gereja Katedral Oslo pada 2001. Pasangan ini dikaruniai dua anak, Putri Ingrid Alexandra dan Pangeran Sverre Magnus.Selama beberapa tahun terakhir, Mette-Marit melawan penyakit kronis, yakni Pulmonary Fibrosis. Ia didiagnosis pada 2018. Penyakit ini menyebabkan paru-parunya terluka dan meninggalkan jaringan parut, menyulitkan Mette-Marit dalam bernapas. Di Juni 2026 dia akhirnya melakukan transplantasi paru-paru.