Presiden Prabowo Subianto membuka Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). Foto: Youtube/Sekretariat PresidenPresiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat atas pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Prabowo menilai NU selalu hadir dalam berbagai momentum penting bangsa, termasuk ketika Indonesia menghadapi krisis.Hal itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya pada pembukaan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8).Prabowo mengaku bangga dapat hadir dalam pembukaan muktamar tersebut. Dia juga menyampaikan terima kasih dan tidak ingin memberikan sambutan terlalu panjang."Saudara-saudara, karena itu saya sangat bangga hari ini. Saya berterima kasih dan saya tidak akan panjang lebar dalam sambutan ini. Selamat bermuktamar," kata Prabowo.Menurut Prabowo, NU memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Dia menilai NU selalu hadir dalam berbagai kejadian dan krisis yang dihadapi bangsa."Nahdlatul Ulama hadir selalu dalam kejadian-kejadian bangsa ini, dalam krisis-krisis bangsa ini Nahdlatul Ulama selalu hadir dan Nahdlatul Ulama yang menentukan stabilitas, keamanan, perdamaian, dan masa depan bangsa Indonesia," ujarnya.Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan pada Pembukaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). Foto: Youtube/Sekretariat PresidenPrabowo juga menyebut pandangan yang disampaikan Ketua Umum PBNU Gus Yahya dan Kiai Hasib mengenai hubungan pemerintah dengan NU sebagai hal yang benar."Yang disampaikan oleh Gus Yahya itu sangat benar, juga oleh Kiai Hasib," terang dia.Dia kemudian menekankan pentingnya kedekatan antara pemerintah atau umara dengan organisasi kemasyarakatan Islam, khususnya NU dan Muhammadiyah, demi menjaga keamanan dan kebangkitan bangsa."Kalau bangsa ini mau bangkit dan mau aman, pemerintah, Umara, harus selalu dekat dengan Nahdlatul Ulama. Dan juga Muhammadiyah. Ojo lali," kata Prabowo.Prabowo mengatakan dirinya menjadi presiden sebagai mandataris rakyat tidak terlepas dari dukungan NU dan Muhammadiyah. Karena itu, dia mengaku terus memikirkan langkah untuk memperkuat kedua organisasi tersebut."Jadi kalau saya sebagai presiden, ya, mandataris rakyat, ya jelas tanpa dukungan NU dan Muhammadiyah tidak mungkin saya jadi mandataris rakyat," tandasnya.