Menteri Sekretariat Negara Indonesia, Prasetyo Hadi usai pernikahan Sekretaris Pribadi Presiden Prabowo Subianto, Rizky Irmansyah, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu (23/8/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparanMenteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo Subianto akan melakukan kunjungan kerja ke wilayah terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8).Prasetyo menuturkan, kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus memastikan penanganan bencana dan pemenuhan kebutuhan warga di wilayah terdampak berjalan dengan baik."Presiden Prabowo Subianto akan melakukan kunjungan kerja ke wilayah terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur pada Rabu, 26 Agustus 2026, untuk melihat dan merasakan langsung kondisi masyarakat serta memastikan penanganan bencana maupun pemenuhan kebutuhan warga di lapangan berjalan dengan baik," kata Prasetyo kepada wartawan, Rabu (26/8).Prasetyo mengatakan, kunjungan Prabowo juga menjadi bagian dari upaya memastikan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah berjalan efektif. Koordinasi juga melibatkan TNI, Polri, serta seluruh unsur terkait dalam menangani dampak gempa di Pulau Flores."Kunjungan ini juga akan menjadi bagian dari upaya memastikan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait berjalan efektif dalam menangani dampak gempa di Pulau Flores, NTT," imbuhnya.Menurut Prasetyo, sejak awal Prabowo telah memerintahkan agar penanganan dampak darurat gempa dan penyaluran bantuan dilakukan secara cepat, terarah, serta merata di seluruh wilayah yang terdampak."Bapak Presiden sejak awal sudah memerintahkan penanganan dampak darurat gempa dan penyaluran bantuan dilakukan secara cepat, terarah, dan merata di seluruh wilayah terdampak bencana," kata dia.Melalui Sekretariat Presiden, Prasetyo menegaskan, bantuan logistik dan perlengkapan telah disalurkan sejak 15 hingga 24 Agustus 2026. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan pangan hingga perlengkapan penanganan darurat."Melalui Sekretariat Presiden misalnya, sejak 15 hingga 24 Agustus 2026 telah disalurkan bantuan logistik dan perlengkapan, antara lain 204,22 ton sembako, 27,71 ton makanan siap saji, 10,29 ton air mineral, serta obat-obatan, tenda, selimut, matras, peralatan komunikasi, hingga dua set rumah sakit lapangan," kata dia.Selain bantuan logistik, Prasetyo mengatakan, pemerintah juga terus memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak gempa. Sejumlah fasilitas kesehatan tanggap bencana telah dikerahkan ke wilayah terdampak."KRI Soeharso-990 milik TNI AL telah bersandar di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, yang akan difungsikan sebagai rumah sakit lapangan, sementara Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga telah berada di Teluk Nangalirang, Kabupaten Manggarai Timur, untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat," ucapnya.Di tingkat daerah, lanjut Prasetyo, dua rumah sakit lapangan juga telah dioperasikan. Salah satunya berada di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, yang difokuskan untuk pelayanan operatif."Di tingkat daerah, dua rumah sakit lapangan juga telah dioperasionalkan, masing-masing di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, untuk pelayanan operatif dengan 29 tindakan operasi yang telah dilakukan secara kumulatif, serta di RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, untuk mendukung pelayanan kesehatan darurat dan tindakan operasi bagi korban gempa," katanya.Prasetyo menegaskan penanganan dampak gempa di NTT tidak akan berhenti setelah masa tanggap darurat berakhir. Pemerintah akan melanjutkan proses pemulihan secara bertahap."Penanganan dampak bencana gempa NTT tidak akan berhenti pada masa tanggap darurat saja. Pemerintah akan memastikan proses pemulihan dilanjutkan secara bertahap, tidak hanya melalui rehabilitasi fasilitas dan layanan yang terdampak, tetapi juga rekonstruksi untuk membangun kembali infrastruktur dan kehidupan masyarakat secara lebih baik dan berkelanjutan," terang dia.Dia memastikan pemerintah akan terus memberikan dukungan kepada masyarakat NTT hingga kondisi kembali pulih."Pemerintah akan terus bekerja agar masyarakat NTT yang terdampak tidak merasa berjalan sendiri dalam menghadapi bencana dan dapat segera kembali menjalani kehidupan secara normal," tandas dia.