Pengunjung melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jakarta, Jumat (10/4/2026). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTOIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak sideways pada perdagangan Rabu (26/8). IHSG ditutup melemah 0,37 persen ke level 6.501,67 pada perdagangan Senin (24/8).Analis MNC Sekuritas melihat IHSG terkoreksi dan disertai dengan munculnya tekanan jual pada Senin (24/8). Saat ini, posisi IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave iii dari wave (c).“Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave iii dari wave (c), cermati koreksi dalam jangka pendek pada level 6,429-6,453,” tulis analis MNC Sekuritas dalam risetnya pada Rabu (26/8).Analis MNC Sekuritas merekomendasikan saham ANTM, PGAS, PTBA, dan TINS untuk diperhatikan sepanjang perdagangan Rabu (26/8).Secara teknikal, analis Phintraco Sekuritas melihat IHSG masih bertahan di atas MA100 dan histogram MACD masih bertahan di area positif. Namun, Stochastic RSI mendekati area overbought.“Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi bergerak sideways pada kisaran 6.450-6.570 pada perdagangan Rabu (26/8),” tulis analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Rabu (26/8).Pada perdagangan Senin (24/8), sektor properti mencatatkan koreksi terbesar sebesar 1,67 persen. Sementara itu, sektor basic material menjadi satu-satunya sektor yang menguat dengan kenaikan 1,38 persen.Pergerakan IHSG juga dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah yang melemah 0,11 persen ke level Rp 17.712 per dolar AS. Pelemahan rupiah terjadi seiring dengan pelemahan mayoritas mata uang Asia akibat penguatan dolar AS, meskipun harga minyak mentah mengalami koreksi.IHSG sempat bergerak menguat pada awal sesi perdagangan. Namun, indeks kemudian berbalik ke teritori negatif hingga penutupan perdagangan akibat aksi profit taking dan pelemahan rupiah.Secara keseluruhan, analis Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih akan bergerak sideways dalam jangka pendek, dengan investor mencermati perkembangan nilai tukar rupiah dan kondisi teknikal indeks.***Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.