Mensesneg Prasetyo Hadi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2026). Foto: Zamachsyari/kumparanMenteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan alasan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Anthony tidak ikut dalam sejumlah rapat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bersama Presiden Prabowo Subianto di Kalimantan dan Sumatra.Prasetyo mengatakan, ketidakhadiran Menhut dalam rapat tersebut bukan karena persoalan tertentu. Menurutnya, hal itu hanya kebetulan karena Menhut sebelumnya telah beberapa kali turun langsung ke lapangan, termasuk mengunjungi Sumatra Selatan."Nggak, ya kebetulan kan karena kan beberapa kali juga Menhut sudah berkunjung ke lapangan kemudian termasuk di Sumatera Selatan, Menteri Lingkungan Hidup juga kemarin sudah berkunjung juga kemari ke, apa, ke Sumatra Selatan. Jadi ini hanya masalah kebetulan aja," kata Prasetyo di Palembang, Sumatra Selatan, Senin (24/8).Dia menjelaskan, agenda Prabowo dalam rapat penanganan karhutla kali ini lebih difokuskan pada penguatan unsur TNI dan Polri untuk mendukung penanganan di lapangan."Jadi ini hanya masalah kebetulan saja," ujar Prasetyo.Menurutnya, Prabowo dalam rapat tersebut ingin memastikan dukungan tambahan apabila diperlukan, baik berupa personel maupun peralatan untuk menangani karhutla."Hari ini kan Bapak Presiden memang fokus kepada mengajak Panglima TNI maupun Kapolri untuk menambah kekuatan kalau dibutuhkan personel maupun dibutuhkan alat-alat termasuk heli water bombing, kemudian tadi ada permohonan motor trail yang dimodifikasi gitu," terangnya.Prasetyo kembali menegaskan bahwa tidak ada persoalan khusus terkait ketidakhadiran Menhut dalam rapat tersebut."Jadi hanya masalah kebetulan saja," tandas dia.