Modifikasi ceper di bengkel Jaya Spring, Gandaria, Jakarta Selatan. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanMobil ceper atau membuat jarak bodi mobil dengan aspal lebih rendah pernah menjadi salah satu gaya modifikasi yang cukup populer. Bahkan tidak sedikit pemilik yang rela mengorbankan kenyamanan demi mendapatkan tampilan yang lebih ekstrem.Kini tren tersebut masih ditemui di bengkel modifikasi suspensi mobil, tapi permintaannya tidak sebanyak dulu. Midun, pemilik Bengkel Jaya Spring di Gandaria, Jakarta Selatan, mengatakan konsumen sekarang cenderung mencari modifikasi kaki-kaki mobil yang mengutamakan kenyamanan.“Emang nggak kayak dulu. Kalau dulu banyak yang gengsi nggak mau kalah ceper, sekarang masih ada yang minta ekstrem, tapi jarang. Konsumen lebih banyak minta yang sekadar enak dilihat, prioritasnya berbeda,” ujarnya saat ditemui kumparan, Jumat (21/8).Bengkel Jaya Spring, Gandaria, Jakarta Selatan. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanMidun bilang, perbedaan itu sangat terasa bila dibandingkan dengan dua dekade lalu. Sekitar 2002-2010, permintaan untuk membuat mobil lebih ceper masih ramai, terutama ceper bergaya stance karena banyaknya komunitas mobil yang rutin berkumpul dan menjadi tempat bertukar ide modifikasi.Kendati demikian, bukan berarti gaya ceper ekstrem benar-benar hilang. Permintaan tersebut masih ada, tapi fokusnya lebih ke arah untuk kontes modifikasi bukan penggunaan harian."Tahun ini kadang masih ada yang datang buat ceperin sampe bannya celup. Mereka banyaknya buat kontes, cuma sekarang yang ekstrem banyaknya pake air suspension karena kan bisa diubah-ubah ya," lanjut Midun.Modifikasi suspensi Porsche Cayenne S di bengkel Jaya Spring, Gandaria, Jakarta Selatan. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanIa mengatakan, kini pemilik mobil yang ingin ceper tidak bisa langsung menentukan seberapa rendah mobilnya. Bengkelnya akan lebih dulu menanyakan kebutuhan penggunaan untuk menentukan tingkat kerendahan yang sesuai.Menurut Midun, konsep mobil ceper dan nyaman kini menjadi opsi yang lebih banyak diminta konsumen. Mereka tetap ingin tampilan mobil lebih rendah, tetapi tidak sampai membuat kendaraan sulit melewati polisi tidur atau mengganggu aktivitas sehari-hari.Proses pemotongan per di bengkel Jaya Spring, Gandaria, Jakarta Selatan. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan"Kalau mau ceper nyaman kami ada tingkatan cepernya sendiri, masing-masing mobil itu berbeda. Buat budget-nya juga bervariasi, kami bisa sesuaikan permintaan konsumen karena kami lebih banyak kustom," tutupnya.Bicara harga, ia menuturkan modifikasi suspensi ceper di bengkelnya dibanderol mulai Rp 600 ribu. Biaya tersebut sudah mencakup pemotongan per dan pembuatan dudukan dengan harga yang bisa berbeda tergantung jenis mobil dan tingkat kesulitannya.