Ketua DPC Partai Gerindra Kota Semarang, Joko Santoso, Rabu (26/8/2026). Foto: Dok. IstimewaDPC Gerindra Kota Semarang menyayangkan pernyataan Ketua Projo Budi Arie yang menyebut pemilu kemungkinan bisa digelar lebih cepat. DPC Gerindra meminta Budi Arie tidak membuat kegaduhan.Ketua DPC Partai Gerindra Kota Semarang, Joko Santoso, mengatakan pernyataan yang dilontarkan Budi Arie berpotensi memicu kegaduhan terhadap konstitusi negara."Ketika ada wacana yang dilontarkan oleh BAS (Budi Arie Setiadi) yang mewacanakan pemilu sebelum tahun 2029, tentu saya sebagai anak dari Prabowo, sebagai kader Gerindra merasa ini orang membuat gaduh terhadap kegiatan politik yang sudah diatur oleh konstitusi bahwa pemilu dilakukan 5 tahun sekali," ujar Joko kepada wartawan, Rabu (26/8).Ia menilai pernyataan tersebut dilontarkan untuk memecah konsentrasi Presiden Prabowo yang sedang fokus menangani bencana Karhutla hingga penanganan bencana di NTT."Di sisi lain ada orang yang mencoba mengalihkan isu yang sedang dilakukan pemerintah Indonesia, yang sedang menolong korban bencana. Ini adalah sebuah narasi yang disampaikan BAS ini untuk mengalihkan perhatian itu," jelas dia.Ketua Umum DPP Projo, Budi Arie Setiadi, dalam agenda Kongres ke-III Projo, di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (1/11/2025). Foto: Fadhil Pramudya/kumparanJoko meminta Budi Arie berhenti membuat pernyataan yang dapat menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Menurutnya, Budi Arie perlu sadar diri dan memahami posisinya."Jadi BAS ini sudah berulang kali membuat statement yang malah membuat gaduh. Jadi saya berharap seorang BAS ini agar segera sadar diri, sadar posisi agar tidak membuat gaduh perpolitikan. Masyarakat Indonesia yang saat ini sedang menikmati enak-enaknya program Prabowo," tegas Joko.Pihaknya juga telah menginstruksikan seluruh kader untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terpancing oleh pernyataan Budi Arie."Jangan sampai terpancing isu narasi yang tidak konstitusional. Jadi saya paham BAS ini terencana dan terstruktur kalau saya melihat," ungkap Joko.Hal senada disampaikan kader Gerindra lainnya, Herlambang. Ia juga meminta Presiden ke-7 Joko Widodo menegur Budi Arie."Saya tambahkan, saya mohon untuk Pak Jokowi juga segera menegur, untuk matur kepada Budi Arie sebagai orang Jawa, enggak pantas lah ngomong seperti itu karena pernyataan seperti itu kan sangat provokatif," kata Herlambang.