Prioritaskan Titik Kritis, Tim Karhutla Paser Upayakan Penyekatan Api

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, PASER – Tim gabungan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus berjibaku mengendalikan kobaran api yang melalap kawasan Cagar Alam (CA) Teluk Adang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.Aksi penyelamatan ekosistem ini berfokus di kawasan perbatasan antara Desa Muara Pasir dan Desa Rantau Panjang, Kecamatan Tanah Grogot, di mana titik api berpotensi meluas dan mengancam keanekaragaman hayati setempat.Peristiwa kebakaran ini pertama kali terdeteksi melalui aplikasi pemantauan satelit SiPongi, berdasarkan informasi titik panas (hotspot) tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur segera berkoordinasi untuk menerjunkan tim tanggap darurat menuju lokasi kejadian guna melakukan verifikasi darat dan tindakan pemadaman.Kepala Seksi KSDA wilayah lll, Bambang Hari Trimarsito, menjelaskan, dalam operasi pemadaman pada Sabtu, 22 Agustus 2026, sebanyak 11 personel gabungan dikerahkan ke titik koordinat terdampak. Pasukan tersebut terdiri dari personel Resor KSDA Wilayah 11 Teluk Adang, Resor KSDA Wilayah 13 Paser, tim Masyarakat Peduli Api (MMP) CA Adang dan CA Apar, serta personel tangguh dari DAOPS Manggala Agni Paser.“Penetrasi ke lokasi kebakaran dilakukan menggunakan armada kendaraan taktis, meliputi mobil Monilog Manggala Agni, armada patroli double gardan, serta sepeda motor untuk menembus medan yang sulit,” jelasnya, pada Minggu (23/8/2026).Setibanya di lokasi, para petugas langsung bergerak cepat mencari sumber air terdekat dan berhasil menemukan kanal yang masih memiliki pasokan air untuk dihubungkan ke mesin pompa portable Waterax Mark-3.Proses pemadaman berlangsung penuh tantangan karena vegetasi di lokasi didominasi oleh hamparan rumput kering, semak belukar, serta tegakan pohon Galam (Melaleuca leucadendron L.). Kandungan minyak alami pada pohon Galam beserta tumpukan bahan bakar kering membuat lidah api merambat dengan sangat cepat dan memicu kepulan asap tebal di sekitar kawasan konservasi.“Selain tingginya potensi sebaran api akibat jenis vegetasi, perjuangan tim di lapangan kian terjal akibat cuaca ekstrem yang menyengat. Arah angin yang berubah-ubah secara tidak menentu serta akses jalan yang terisolasi menjadi kendala utama yang menghambat mobilitas personel kami dalam mengurung titik api,” terangnya.Operasi penyiraman terpaksa dihentikan sementara setelah pasokan air di dalam kanal menyusut drastis. Langkah penarikan mesin ini diambil guna mencegah kerusakan permanen pada perangkat pompa utama, sembari tim memprioritaskan penyekatan di satu titik strategis yang paling memungkinkan untuk dikendalikan.Pihak KSDA menyatakan bahwa pemantauan ketat dan upaya pencegahan akan terus dilanjutkan secara intensif. Koordinasi bersama seluruh unsur terkait juga ditingkatkan guna memastikan titik api di Cagar Alam Teluk Adang dapat dipadamkan secara total serta mencegah timbulnya ancaman kebakaran susulan di wilayah Paser. (*)