Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Akhmad Sodiq (kedua kiri) berjalan menuju mobil tahanan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (22/8/2026). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO @kumparan Ada permintaan duit ke mahasiswa baru, rektornya sampai keciduk OTT KPK. Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Akhmad Sodiq, kena OTT KPK pada Kamis, 20 Agustus 2026. Jubir KPK Budi Prasetyo bilang ada 14 orang diamankan dalam OTT itu, 12 di Purwokerto, 2 lainnya di Jakarta. Uang tunai ratusan juta rupiah turut disita KPK. Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian mengaku prihatin atas dugaan korupsi di lingkungan pendidikan. Dia bilang proses penerimaan maba harusnya objektif dan akuntabel. Selain itu, kata Lalu, seleksi juga harus berdasarkan prestasi calon mahasiswa, bukan kemampuan membayar atau kedekatan dengan pihak tertentu. 📸: Dok. Antara, kumparan/Kevin Daniel, kumparan/Nasywa, kumparan/Iqbal Firdaus. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: focus | ottrektorunsoed | news | svl | R158 | R169 | E070 | V179 | V165 #bicarafaktalewatberita #kumparan ♬ original sound - kumparan - kumparan @kumparan KPK menahan 6 tersangka di dalam kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi penerimaan mahasiswa baru di lingkungan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Salah satu tersangkanya adalah Rektor Unsoed Akhmad Sodiq. Ia diamankan KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta pada Kamis (20/8). Akhmad dijerat pasal pemerasan dan gratifikasi. Usai lebih dari 24 jam di KPK, pada Sabtu (22/8), Akhmad akhirnya ditahan oleh KPK. Ia pun digiring petugas KPK ke mobil tahanan. Namun, Akhmad tak berkata apa pun saat dihadapkan ke hadapan para wartawan yang telah menunggu. Ia hanya berjalan sambil membawa sebuah tas berwarna hitam. KPK menjerat Rektor Unsoed, Akhmad Sodiq, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pemerasan dan gratifikasi terkait seleksi mahasiswa baru (maba). Dia dijerat sebagai tersangka bersama dengan lima orang lainnya, yakni Norman Arie Prayoga selaku Wakil Rektor III Unsoed, Eko Sumanto selaku Kepala Bagian Akademik Unsoed, Dian Mulia Wardhana selaku pihak swasta, Adhi Wiharto selaku swasta, Mulyono selaku swasta. KPK menjelaskan, menjelang tahun akademik baru, Unsoed membuka pendaftaran melalui tiga jalur seleksi. Tiga jalur itu yakni SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi), SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes), dan Mandiri. Seleksi Mandiri di Unsoed merupakan jalur pendaftaran yang dibuka dan dikelola secara mandiri oleh pihak Unsoed. Dalam proses penerimaan tersebut, calon mahasiswa dikenai pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) berbeda-beda, sesuai golongannya masing-masing. 📸: Dok. kumparan/Pradya, Antara. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: focus | ottrektorunsoed | news | vidol | R158 | R384 | E051 #bicarafaktalewatberita #kumparan ♬ original sound - kumparan - kumparan @kumparan KPK menyita uang tunai sebanyak Rp 665 juta dan saldo berisi Rp 99 juta di kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi terkait seleksi mahasiswa baru yang menjerat rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Akhmad Sodiq. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkap, uang tunai tersebut didapatkan dari tersangka lainnya, yakni Kepala Bagian Akademik Unsoed Eko Sumanto. Ia menyimpan barang bukti itu di dalam kresek. "Jadi itu barang bukti yang diamankan dari saudara ES selaku Kepala Bagian Akademik pada saat rangkaian peristiwa tertangkap tangan, yaitu di ruangannya, uang senilai Rp 665 juta," ucap Budi saat menampilkan video saat Eko menunjukkan tempat ia menyembunyikan uang itu. Di dalam video, tampak Eko membungkus uang itu memakai kresek berwarna hitam di laci meja. Selain di dalam kresek, Budi menyebut sejumlah uang dimasukkan ke dalam map berwarna cokelat. KPK menjerat Rektor Unsoed, Akhmad Sodiq, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pemerasan dan gratifikasi terkait seleksi mahasiswa baru (maba). Dia dijerat sebagai tersangka bersama dengan lima orang lainnya, yakni Norman Arie Prayoga selaku Wakil Rektor III Unsoed, Eko Sumanto selaku Kepala Bagian Akademik Unsoed, Dian Mulia Wardhana selaku pihak swasta, Adhi Wiharto selaku swasta, Mulyono selaku swasta. KPK menjelaskan, menjelang tahun akademik baru, Unsoed membuka pendaftaran melalui tiga jalur seleksi. Tiga jalur itu yakni SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi), SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes), dan Mandiri. Seleksi Mandiri di Unsoed merupakan jalur pendaftaran yang dibuka dan dikelola secara mandiri oleh pihak Unsoed. Dalam proses penerimaan tersebut, calon mahasiswa dikenai pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) berbeda-beda, sesuai golongannya masing-masing. 📸: Dok. kumparan/Pradya. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: focus | ottrektorunsoed | news | vidol | R384 | R120 | E051 | E70 #bicarafaktalewatberita #kumparan ♬ original sound - kumparan - kumparan