Dua Penerbangan ke Jambi Dialihkan akibat Kabut Asap, Jarak Pandang 1.000 Meter

Wait 5 sec.

Sebuah pesawat udara bersiap lepas landas di Bandara Sultan Thaha yang diselimuti kabut asap karhutla, Jambi, Senin (23/9/2019). Foto: ANTARA FOTO/Wahdi SeptiawanDua penerbangan dari Jakarta menuju Jambi terpaksa dialihkan ke Batam dan Palembang akibat kabut asap tebal yang menyebabkan jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Saifuddin, Jambi, menyusut hingga 1.000 meter pada Minggu (23/8) pagi hingga siang.General Manager PT Angkasa Pura Bandara Sultan Thaha Saifuddin Jambi, Ardon Marbun, membenarkan adanya pengalihan pendaratan terhadap dua pesawat yang dijadwalkan tiba pada pagi hari.Penerbangan pertama yang dialihkan adalah Batik Air ID 6804 rute Jakarta (CGK)-Jambi (DJB). Pesawat Airbus A320 dengan registrasi PK-LAT itu membawa 138 penumpang dewasa dan satu bayi.Semula, pesawat tersebut dijadwalkan mendarat pada pukul 10.00 WIB. Namun, pada pukul 10.45 WIB, petugas Air Traffic Control (ATC) menginformasikan kepada tim Apron Movement Control (AMC) bahwa pesawat terpaksa dialihkan untuk mendarat di Batam.Pengalihan dilakukan setelah jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Saifuddin turun hingga sekitar 1.000 meter akibat kabut asap tebal.Foto udara kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut Desa Gambut Jaya, Muaro Jambi, Jambi, Kamis (24/7/2025). Foto: Wahdi Septiawan/ANTARA FOTOPesawat kedua yang mengalami pengalihan adalah Super Air Jet IU 842 dengan rute Jakarta-Jambi. Pesawat Airbus A320 dengan registrasi PK-STZ itu membawa 120 penumpang dewasa dan satu anak.Pesawat tersebut semula dijadwalkan mendarat pada pukul 11.25 WIB dengan perkiraan waktu kedatangan pukul 11.31 WIB. Namun, karena kondisi cuaca di area bandara belum membaik, pesawat akhirnya dialihkan untuk mendarat di Palembang.Ardon mengatakan, jarak pandang di Bandara Sultan Thaha sebelumnya masih berada dalam kondisi aman. Pada pukul 09.30 WIB, jarak pandang masih mencapai sekitar 5.000 meter.Namun, satu jam kemudian, tepatnya pukul 10.30 WIB, jarak pandang turun drastis menjadi 1.000 meter. Kondisi tersebut bertahan hingga sekitar pukul 11.30 WIB."Garuda siang sudah normal landing, masih Garuda yang bisa mendarat. Dua pesawat pagi yang dialihkan belum bisa mendarat," kata Ardon dikutip dari Antara. Saat ini, kondisi jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Saifuddin telah membaik menjadi sekitar 3.500 meter. Pesawat Garuda Indonesia dari Jakarta tujuan Jambi pun berhasil mendarat pada pukul 13.44 WIB.Sementara itu, hingga siang hari, dua pesawat yang sebelumnya dialihkan ke Batam dan Palembang belum kembali mendarat di Bandara Sultan Thaha Saifuddin Jambi.