Jalan-Jembatan di NTT Pulih Usai Gempa 7,7 M, Kantor Pemerintah Masih Rusak

Wait 5 sec.

Mendagri Tito Karnavian dorong Pemda NTT cepat data sekolah dan rumah ibadah rusak akibat gempa saat tinjau Manggarai Timur, Senin (17/8/2026). Foto: Dok. KemendagriMenteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyebut, seluruh jalan dan jembatan nasional yang sempat terdampak gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) kini telah kembali normal.Hal itu disampaikan Dody dalam rapat koordinasi penanganan bencana yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Nagekeo, NTT, Rabu (26/8)."Alhamdulillah hari kedua itu, semua jalan nasional dan jembatan nasional sudah berfungsi normal, Pak," kata Dody.Sementara itu, sejumlah infrastruktur air bersih masih terdampak. Dody mengatakan terdapat saluran air yang terganggu karena sungai penyuplai air tertimbun longsor.Pemerintah kini melakukan verifikasi dan perbaikan saluran tersebut. Sambil menunggu perbaikan, Direktorat Air Minum mengirim mobil tangki air dan toilet portabel ke seluruh kabupaten terdampak."Tapi kita sudah mulai pelan-pelan verifikasi dan perbaiki, Pak. Sementara waktu kita banyak kirimkan dari Direktorat Air Minum, Pak, mobil tangki air dan toilet-toilet portabel di seluruh kabupaten yang terdampak, Pak," ujar Dody.Preside Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan dampak gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026). Foto: Youtube/Sekretariat PresidenSejumlah Kantor Pemerintah RusakDody juga menyebut sejumlah kantor pemerintah mengalami kerusakan akibat gempa. Kerusakan tersebut terjadi di hampir seluruh kantor pemerintah di tujuh kabupaten terdampak, termasuk kantor bupati dan kantor BPBD."Hampir semua kantor di tujuh kabupaten terdampak, Pak. Terutama kantor bupati dan kantor-kantor BPBD, Pak," ungkap Dody.Kementerian PU akan segera melakukan penanganan terhadap bangunan yang rusak. Dody mengatakan struktur bangunan akan diperkuat apabila masih memungkinkan. Namun, bangunan yang tidak memungkinkan untuk diperbaiki akan dibongkar dan dibangun kembali."Jadi mungkin dalam waktu dekat saya harus apa... kalau bisa saya perkuat strukturnya, saya perkuat, Pak. Tapi kalau misalnya enggak memungkinkan, mesti saya robohkan dan saya bangun ulang, Pak," tambah dia.Di sisi lain, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita mengatakan TNI akan mengerahkan sejumlah peralatan untuk mendukung penanganan pascagempa."Kami juga mengerahkan yang ada di Kodam Udayana, Pak. Ambulans, kemudian ada ekskavator, ada dump truck yang mungkin bisa dimanfaatkan oleh Kementerian PU daripada kita datangkan dari tempat jauh gitu. Yang bisa dimanfaatkan, Pak," ujar Tandyo.