Wanda Ponika di Mata Anggun: Bukan Sekadar Desainer, tapi Seorang Seniman

Wait 5 sec.

Wanda Ponika dan Anggun. Foto: IstimewaPerjalanan Wanda Ponika di dunia perhiasan dimulai ketika usianya baru 19 tahun. Saat itu, ia memenangkan kompetisi desain perhiasan tingkat Asia yang kemudian membuka jalan bagi kariernya sebagai desainer.Lebih dari tiga dekade berlalu, dunia yang digelutinya masih sama. Wanda tetap berada di balik proses kreatif berbagai karya perhiasan, hingga akhirnya membangun rumah perhiasan dengan namanya sendiri, Wanda House of Jewels.Babak baru perjalanan tersebut ditandai dengan dibukanya butik Wanda House of Jewels di Plaza Indonesia, Jakarta. Mengusung konsep quiet luxury, butik tersebut dirancang dengan nuansa elegan dan modern tanpa kesan berlebihan.Anggun dan Wanda Ponika. Foto: IstimewaMeski bermain di segmen fine jewelry, Wanda ingin suasananya tetap terasa hangat. Pengunjung dapat melihat dan mencoba berbagai koleksi dengan lebih santai.Namun, perjalanan Wanda tentu tidak dimulai dari sebuah butik. Jauh sebelum membangun brand sendiri, ia lebih dulu dikenal sebagai desainer yang memenangkan kompetisi di usia muda.Seiring waktu, karya Wanda House of Jewels mulai dikenakan sejumlah figur publik, seperti Anggun, Rossa, Marcello Tahitoe, hingga pasangan Rizky Febian dan Mahalini.Wanda pun masih terlibat langsung dalam proses kreatif. Sejumlah koleksi yang dihadirkan hingga kini lahir dari gagasan dan desainnya sendiri.Punya Gaya Sendiri dalam MendesainSalah satu karakter yang cukup kuat dalam karya Wanda adalah garis desain yang clean, sleek, dan klasik. Ia melihat perhiasan bukan lagi sesuatu yang hanya digunakan untuk menghadiri pesta atau acara tertentu.Perhiasan, menurutnya, juga bisa menjadi bagian dari gaya sehari-hari.Pandangan tersebut sejalan dengan ketertarikan Wanda terhadap dunia fashion. Melalui media sosial, ia kerap berbagi tentang styling, fashion, hingga cara memadukan perhiasan dengan busana.Di luar urusan pekerjaan, media sosial Wanda juga memperlihatkan sisi personalnya. Unggahannya tidak hanya berisi bisnis dan desain, tetapi juga cerita keseharian, humor, hingga berbagai observasi yang disampaikan dengan gaya lugas.Alasan Anggun Mau Jadi House AmbassadorPerjalanan Wanda juga mempertemukannya dengan Anggun. Penyanyi yang dikenal lewat lagu Snow on the Sahara tersebut kini menjadi House Ambassador Wanda House of Jewels.Anggun punya alasan tersendiri menerima tawaran tersebut. Menurutnya, Wanda bukan sekadar pengusaha perhiasan, tetapi seorang seniman yang memiliki perhatian terhadap detail dalam setiap karyanya.“Kedua, ini bukan toko perhiasan karena Wanda benar-benar seniman. Jadi, segala sesuatu ada atensinya. Mereka berkeputusan hanya memakai color D, yang paling atas,” ujar Anggun.Anggun menghadiri acara Comic-Con International 2026: San Diego - Karpet Merah Musim 4 "Reacher" dan "Neagley" dari Prime Video di Hilton Bayfront, San Diego, California, Sabtu (25/7/2026). Foto: Matt Winkelmeyer/Getty Images/AFPAda alasan lain yang membuat Anggun tertarik. Ia melihat kualitas desainer dan seniman Indonesia tidak kalah dibandingkan dengan karya dari luar negeri.Karena itu, Anggun ingin ikut menunjukkan dukungannya terhadap karya kreator lokal.“Sudah saatnya seniman Indonesia mendunia,” tuturnya.Prinsip Give Back WandaDi tengah perjalanan membangun bisnis, Wanda juga membawa satu prinsip yang ingin terus berjalan bersama pertumbuhan brand-nya, yakni give back.Ia terlibat sebagai salah satu Board of Directors Happy Hearts Indonesia, yayasan yang telah membangun lebih dari 400 sekolah, terutama di Nusa Tenggara Timur. Wanda juga ikut berkontribusi dalam pembangunan sejumlah sekolah serta mendonasikan perhiasan untuk berbagai kegiatan sosial.Perhatiannya terhadap isu kesehatan juga cukup besar, khususnya kanker. Wanda House of Jewels pernah mengadakan pemeriksaan mammografi gratis bagi ribuan perempuan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran mengenai deteksi dini kanker payudara.Dukungan juga diberikan kepada anak-anak pejuang kanker serta berbagai kegiatan sosial lainnya.“Ada satu prinsip yang berjalan berdampingan dengan pertumbuhan Wanda House of Jewels: give back. Bagi saya, apa yang dibelanjakan pelanggan juga ikut membuka kesempatan bagi kami untuk memberikan kembali kepada masyarakat,” kata Wanda.Kini, setelah lebih dari 30 tahun berkarya, Wanda masih mengerjakan hal yang sama seperti ketika memulai kariernya: mendesain perhiasan dan bekerja dengan berlian.Bedanya, perjalanan panjang itu kini telah membawanya membangun sebuah rumah perhiasan sendiri, bertemu banyak figur publik, sekaligus menjadikan fashion, seni, dan kegiatan sosial sebagai bagian dari cerita yang terus berkembang.Butik baru di Plaza Indonesia pun menjadi penanda babak berikutnya dalam perjalanan Wanda Ponika—bukan hanya sebagai tempat memamerkan karya, tetapi juga sebagai ruang baru untuk melanjutkan cerita yang telah ia bangun selama puluhan tahun.