Semarak Gelar Budaya Loa Kulu, 18 Paguyuban Jaranan dan Reog Unjuk Kesenian Tradisional

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, KUKAR – Suasana Lapangan Bola Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), ramai oleh penampilan kesenian tradisional, pada Selasa (25/8/2026).Sebanyak 18 paguyuban Jaranan dan Reog tampil dalam Gelar Budaya yang digelar bersamaan dengan Festival 1.000 Tumpeng. Warga dari berbagai desa turut hadir menyaksikan rangkaian acara tersebut.Kehadiran puluhan kelompok seni ini membuat suasana festival semakin meriah. Masing-masing paguyuban membawa kesenian yang selama ini berkembang dan dikenal di tengah masyarakat.Camat Loa Kulu Adriansyah mengatakan, festival juga menjadi ajang berkumpulnya masyarakat sekaligus memperkuat kebersamaan melalui tradisi yang masih dijalankan hingga kini.“Ribuan tumpeng yang disiapkan masyarakat menjadi simbol rasa syukur, gotong royong dan kebersamaan warga Kecamatan Loa Kulu,” ungkap Adriansyah, pada Rabu (26/8/2026) pagi tadi. Festival tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI Sultan Aji Muhammad Arifin, Ratu Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Bunda Ratu Sekar Asih, jajaran pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh agama dan pelaku seni.Rangkaian kegiatan sudah dimulai sehari sebelumnya dengan ziarah ke Makam Aji Pangeran Sinom Panji Mendapa di Desa Jembayan. Ziarah pada Senin (24/8/2026) itu menjadi bagian dari rangkaian Gelar Budaya.“Ziarah tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap leluhur dan sesepuh sekaligus bagian dari rangkaian Gelar Budaya,” kata Adriansyah yang akrab disapa Haji Oyeng.Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia berharap pertunjukan kesenian tradisional seperti ini terus mendapat ruang dan semakin dikenal kalangan muda.“Kami sangat mengapresiasi kegiatan gelar budaya ini dan berharap generasi muda semakin mengenal, mencintai dan mengembangkan kesenian tradisional,” ucap Seno Aji.Selain Jaranan dan Reog, kegiatan juga diramaikan Tari Jepen dan Tari Dayak. Prosesi pemaknaan tumpeng, doa dan pemotongan tumpeng turut menjadi bagian dari acara.Gelar Budaya Loa Kulu masih berlangsung hingga 30 Agustus 2026. Sejumlah agenda budaya dijadwalkan mengisi rangkaian kegiatan hingga penutupan. (*)