BorneoFlash.com, KUKAR - Dugaan kelalaian medis yang dialami seorang warga di Tenggarong mendapat perhatian dari DPRD Kutai Kartanegara (Kukar). Dewan meminta kejadian tersebut tidak dibiarkan begitu saja dan perlu ada pemeriksaan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.Anggota Komisi I DPRD Kukar, Desman Minang Endianto, mengatakan persoalan tersebut cukup serius karena menyangkut kondisi pasien setelah mendapatkan tindakan medis.“Yang pasti kita miris dan prihatin atas kejadian atau peristiwa dugaan ini. Kerugiannya tidak hanya materi, tetapi juga menyangkut kondisi tubuh pada pasien,” ungkap Desman, pada Kamis (27/8/2026). Menurutnya, pemerintah dan pihak terkait perlu turun tangan untuk memastikan dugaan tersebut benar-benar diperiksa. Terlebih, warga tersebut disebut mengalami kelumpuhan sesaat setelah mendapat suntikan saat menjalani operasi kecil pencabutan gigi.Bagi Desman, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui apakah kejadian tersebut berkaitan dengan tindakan medis yang diberikan atau ada kesalahan dalam penanganannya.Ia juga meminta persoalan ini tidak hanya dilihat sebagai masalah antara pasien dan tenaga medis. Jika nantinya ditemukan adanya kesalahan, pihak yang bertanggung jawab harus mendapat tindakan sesuai aturan.“Kalau memang dugaan ini sudah terjadi lebih dari satu kali, bahkan meskipun baru satu kali, ini harus diusut tuntas. Pihak berwenang dan pemerintah harus hadir untuk melakukan evaluasi total,” tegasnya.Desman mengatakan hasil pemeriksaan nantinya harus menjadi dasar untuk menentukan langkah terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab. Jika terbukti melakukan kesalahan, sanksi tidak boleh hanya sebatas pemberhentian atau tindakan administratif.Menurutnya, kondisi korban juga harus menjadi perhatian. Sebab, dampak yang dialami pasien tidak bisa begitu saja selesai setelah pihak yang bersangkutan mendapat sanksi.“Jika terbukti, harus di sanksi sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku. Jangan cuma diberhentikan saja, tetapi tanggung jawab secara hukum dan pemulihan terhadap korban juga harus dilakukan secara penuh,” tutupnya. (*)