BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Balikpapan terus mempercepat aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Hingga 23 Agustus 2026, capaian aktivasi IKD di Balikpapan baru mencapai 19,34 persen, masih di bawah target nasional sebesar 30 persen.Kepala Disdukcapil Kota Balikpapan, Tirta Dewi, mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai upaya, termasuk jemput bola, untuk mengejar target tersebut hingga akhir Desember 2026.“Kita terus melakukan jemput bola. Kita berharap kepada seluruh masyarakat ataupun kelurahan yang sudah memiliki alat aktivasi IKD, minimal 30 orang bisa mereka IKD-kan setiap harinya,” ujar Tirta, pada Kamis (27/8/2026).Menurutnya, percepatan aktivasi IKD membutuhkan kolaborasi antara Disdukcapil, pemerintah kelurahan, pengurus RT, dan masyarakat. Pengurus RT bahkan telah diberikan akses untuk membantu memantau warganya yang belum melakukan aktivasi IKD.Melalui sistem Wachat Pantau, RT bersama pihak kelurahan dapat melihat data agregat kependudukan, termasuk informasi penduduk yang belum melakukan perekaman KTP-el, belum memiliki akta kelahiran maupun akta perkawinan.“Tidak ada data yang kita tutup, semuanya bisa dilihat dan dipantau melalui Wachat Pantau,” jelasnya.Tirta berharap peran RT sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat semakin diperkuat. Pengurus RT diminta berkoordinasi dengan Kasi Pemerintahan (Kasi Pem) di kelurahan untuk mendaftarkan akun dan memanfaatkan sistem tersebut dalam mendorong warganya melakukan aktivasi IKD.Di sisi lain, percepatan aktivasi IKD masih menghadapi kendala sarana. Dari total kelurahan di Balikpapan, sebanyak 13 kelurahan yang tersebar di enam kecamatan hingga kini belum didukung peralatan aktivasi IKD.Disdukcapil berharap kebutuhan peralatan tersebut dapat dipenuhi melalui anggaran perubahan sehingga pelayanan aktivasi bisa diperluas.“Kalau belum memiliki alat, kami akan melakukan jemput bola di kelurahan yang meminta kami untuk melakukan aktivasi IKD,” katanya.Saat ini, seluruh kelurahan di Kecamatan Balikpapan Tengah telah memiliki dukungan peralatan. Sementara di kecamatan lainnya, ketersediaannya masih belum merata.Di Balikpapan Kota, peralatan telah tersedia di Telaga Sari, Klandasan Ilir, dan Damai, sedangkan Damai Baru belum didukung peralatan. Di Balikpapan Timur, tiga dari empat kelurahan telah tersedia fasilitas aktivasi.Untuk Balikpapan Barat, tiga dari enam kelurahan telah memiliki peralatan. Kondisi serupa terjadi di Balikpapan Utara, dengan tiga kelurahan yang telah didukung, yakni Gunung Samarinda Baru, Muara Rapak, dan Batu Ampar.Sementara di Balikpapan Selatan, fasilitas telah tersedia di Sepinggan Baru, Sepinggan, dan Gunung Bahagia. Adapun Sepinggan Raya masih belum didukung peralatan aktivasi.Dengan capaian yang masih 19,34 persen, Disdukcapil menargetkan kolaborasi hingga tingkat RT semakin masif agar target 30 persen aktivasi IKD dapat tercapai pada Desember 2026. (*)