Suasana di sejumlah sekolah di Kalimantan Timur imbas kebakaran hutan dan lahan. Foto: Dok. IstimewaPemprov Kalimantan Timur juga menerapkan pembelajaran dari rumah atau daring untuk sekolah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satunya Kabupaten Berau.Pemerintah Kabupaten Berau melalui Surat Edaran Bupati Berau Nomor 610 Tahun 2026 menetapkan siswa belajar dari rumah pada 24–26 Agustus 2026. Kebijakan tersebut diambil setelah pemeriksaan kualitas udara di sejumlah lokasi menemukan parameter PM2,5 dan PM10 berada di atas ambang batas.Di SMP Negeri 3 Tanjung Redeb, suasana sekolah berubah dibandingkan hari-hari biasa. Tidak terlihat aktivitas siswa yang mengikuti pembelajaran di ruang kelas karena proses belajar mengajar dialihkan ke rumah.Kepala SMP Negeri 3 Tanjung Redeb, Muhammad Sair Abdullah, mengatakan pihak sekolah mengikuti arahan pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan Berau.“Mengikuti edaran Bupati Berau dan Dinas Pendidikan Kabupaten Berau, BDR atau Belajar dari Rumah,” ujar Sair saat dikonfirmasi, Senin (24/8).Petugas polisi memberikan masker di Kalimantan Timur imbas kebakaran hutan dan lahan. Foto: Dok. IstimewaMeski siswa tidak datang ke sekolah, proses pembelajaran tetap berlangsung. Guru memberikan materi dan tugas kepada siswa melalui sistem pembelajaran daring.Sair mengatakan sebagian besar guru juga menjalankan aktivitas mengajar dari rumah. Hanya sejumlah guru yang mendapat jadwal piket dan tetap datang ke sekolah.“Untuk guru 95 persen standby di rumah, hanya yang piket ke sekolah. Begitu juga dengan tenaga kependidikan ada yang piket,” jelasnya.Menurut Sair, keberadaan guru di sekolah tetap diperlukan untuk memastikan fasilitas pembelajaran dapat digunakan apabila dibutuhkan.Pada hari pertama pelaksanaan BDR, misalnya, terdapat dua guru yang tetap datang ke sekolah untuk memanfaatkan fasilitas teknologi informasi.“Tadi ada dua orang guru yang ke sekolah memanfaatkan fasilitas IT sekolah untuk memberikan pembelajaran ke murid,” katanya.Aktivitas tersebut dilakukan agar proses pembelajaran tetap berjalan meski siswa mengikuti kegiatan dari rumah.Guru dan tenaga kependidikan yang berada di lingkungan sekolah juga tetap diminta memperhatikan perlindungan diri dari paparan asap.Penggunaan masker menjadi salah satu langkah yang dilakukan ketika mereka harus beraktivitas di luar ruangan.“Alhamdulillah, sudah,” ujar Sair ketika ditanya mengenai penggunaan masker di lingkungan sekolah.