Komunitas BisMania Buka Suara soal Kecelakaan Konvoi Bus di Tol Anyer

Wait 5 sec.

Ilustrasi kecelakaan bus. Foto: Jaromir Chalabala/ShutterstockInsiden kecelakaan beruntun yang melibatkan rombongan bus di ruas Jalan Tol Anyer, Minggu (23/8) sempat menjadi sorotan dan viral di media sosial. Kejadian tersebut ramai karena sebelum insiden, tampak gerombolan bus spotting di lajur satu tol yang melambai kepada bus yang lewat. Tampak dalam video yang beredar, salah satu bus kemudian menghentikan lajunya di lajur dua (tengah). Namun bus di belakangnya yang masih melaju harus ikut berhenti mendadak, diikuti bus lain yang tidak sempat mengerem dan terjadi tabrakan beruntun.Komunitas penggemar otobus atau Bismania Community (BMC) memberikan klarifikasi resmi terkait isiden tersebut.Sekretaris Jenderal (Sekjen) Bismania Community, Gilan Karim Gibran, menegaskan bahwa agenda konvoi bus yang berujung insiden kecelakaan tersebut bukan acara resmi yang digelar oleh organisasinya."Acara tersebut memang bukan bagian dari Bismania Community. Itu di luar dari agenda kegiatan Bismania Community. Dari saya pribadi dan teman-teman sangat menyayangkan hal tersebut bisa terjadi," ujar Gibran saat dihubungi kumparan, Senin (24/8/2026).Ilustrasi bus pariwisata Foto: yahyaernanda/ShutterstockGibran mengungkapkan, kronologi pasti mengenai insiden di jalan tol tersebut hingga kini masih simpang siur. Kendati demikian, ia mencermati terdapat beberapa aspek keselamatan jalan yang diabaikan oleh rombongan konvoi tersebut, salah satunya ketidaksesuaian jarak aman antarkendaraan.Menurut pengamatannya, rombongan konvoi yang terekam kamera memperlihatkan barisan bus yang bergerak tidak teratur serta memakan sebagian besar ruas jalan. Selain itu, jarak antara bus depan dan bus belakang dinilai terlalu rapat sehingga memicu potensi kecelakaan yang fatal.Ia mengkritik sikap panitia penyelenggara acara yang dinilai kurang siap dalam mengantisipasi potensi bahaya lalu lintas di jalur bebas hambatan."Seharusnya panitia yang melakukan acara bisa memitigasi hal-hal yang mungkin akan terjadi di jalan. Jangan menyandarkan hal-hal seperti ini kepada kata-kata 'musibah tak ada yang tahu'. Hal-hal seperti ini sebenarnya bisa dimitigasi sejak awal," tegasnya.Gibran menjelaskan, dalam setiap kegiatan resmi yang diadakan Bismania Community, faktor keselamatan seluruh pengguna jalan selalu menjadi prioritas utama. Standard Operating Procedure (SOP) penyelenggaraan acara mencakup pengaturan formasi konvoi yang rapi, beriringan secara teratur, serta menjaga jarak aman antarbus.Ilustrasi bus malam. Foto: ShutterstockIa juga menggarisbawahi perbedaan fundamental antara pencinta transportasi umum bus secara umum dengan anggota resmi komunitasnya. Menurutnya, tidak semua orang yang menggemari bus secara otomatis terikat dalam aturan dan kode etik Bismania Community."Di khalayak umum ada istilah: penggemar bus belum tentu Bismania Community, namun Bismania Community pasti penggemar bus. Untuk penyelenggara dan peserta pada insiden kemarin, kami belum bisa memastikan siapa mereka," tambah Gibran.Sebagai langkah preventif ke depan, Gibran mengimbau kepada seluruh penyelenggara kegiatan serupa agar lebih ketat dalam menyaring peserta. Panitia di lapangan dituntut aktif memberikan pengarahan tegas agar seluruh peserta mematuhi aturan keselamatan berlalu lintas.