Meskipun api di permukaan sudah tidak terlihat, lahan gambut masih mengeluarkan asap dari bawah permukaan, sehingga diperlukan pembasahan berkelanjutan oleh Satgas Darat yang melibatkan Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, dan BNPB. Luas area yang terbakar di lokasi tersebut diperkirakan mencapai 36 hektare dan berada di area non-kawasan yang berbatasan dengan hutan lindung.Menhut mengungkapkan bahwa jumlah hotspot di Kalimantan Selatan sempat turun signifikan dari 157 titik pada 21 Agustus menjadi 11 titik pada malam 22 Agustus, namun berdasarkan pemantauan pagi ini (23/8) kembali meningkat menjadi 44 titik yang tersebar di Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Hulu Sungai Selatan, dan Tapin. Penurunan hotspot sebelumnya didukung oleh operasi gabungan darat dan udara dengan 176 kali water bombing dalam satu hari. Menhut mengingatkan agar semua pihak tetap siaga karena fenomena El Nino masih berlangsung hingga puncaknya pada September, dan melarang pembukaan lahan dengan cara membakar.