Dari jumlah tersebut, 622 titik berada pada tingkat risiko sedang, 45 titik tingkat rendah, dan 29 titik tingkat tinggi yang menandakan intensitas api dan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sangat tinggi. Sebaran titik panas terbanyak terdapat di Kabupaten Banjar (127 titik), Hulu Sungai Selatan (115 titik), Tapin (104 titik), dan Hulu Sungai Utara (65 titik), sementara wilayah lainnya seperti Kotabaru, Balangan, dan Tanah Bumbu juga turut terdampak.BMKG menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit polar untuk mendeteksi anomali suhu, meskipun hotspot tidak terdeteksi di area tertutup awan. Berdasarkan data BPBD Kalimantan Selatan hingga 21 Agustus 2026, telah terjadi 1.651 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai sekitar 6.905,67 hektare. Pemerintah terus meningkatkan upaya pemadaman dan pencegahan, termasuk dengan mengaktifkan sumur bor dan patroli di wilayah prioritas seperti Kalsel, guna mengendalikan bencana yang diperparah oleh fenomena El Nino.