Catat Rekor Tertinggi Sejak 2022, Wisman Naik Kereta Api Tembus 96.940 Orang

Wait 5 sec.

Suasana Stasiun Tugu Yogyakarta semakin ramai penumpang jelang Lebaran 2026, Sabtu (14/3/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan​Moda transportasi kereta api semakin menjadi pilihan utama bagi wisatawan mancanegara yang menjelajahi destinasi domestik. PT Kereta Api Indonesia Persero atau KAI mencatat sebanyak 96.940 wisman menggunakan layanan kereta api jarak jauh pada bulan Juli 2026. Jumlah tersebut sekaligus mencatatkan volume bulanan tertinggi sejak tahun 2022, atau meningkat sebesar 8,28 persen apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada Juli 2025.​Jika dikomparasikan dengan rerata volume bulanan sepanjang Januari hingga Juli 2026 yang berada di kisaran 57.973 wisman, jumlah penumpang asing pada bulan Juli juga mengalami lonjakan signifikan hingga 67,21 persen.​Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan bahwa peningkatan ini menegaskan semakin kuatnya posisi kereta api sebagai andalan moda transportasi massal yang diandalkan wisman dalam mobilitas antarkota di Indonesia.​“Hampir 97 ribu wisatawan mancanegara menggunakan kereta api jarak jauh pada Juli 2026. Ini menjadi catatan bulanan tertinggi sejak 2022 dan memperlihatkan bahwa kereta api semakin menjadi bagian dari perjalanan wisata mereka di Indonesia,” ujar Anne melalui keterangan resminya, Minggu, 23 Agustus 2026.​Secara kumulatif, Anne memaparkan bahwa KAI telah sukses melayani sebanyak 405.814 wisman sepanjang kurun waktu Januari hingga Juli 2026. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 3,86 persen jika dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya yang menyentuh 390.745 wisman.​Tren peningkatan jumlah wisman yang memanfaatkan layanan kereta api jarak jauh ini terus menunjukkan grafik positif dalam beberapa tahun terakhir. Tercatat pada tahun 2022 volume pengguna mencapai 300.708 orang, yang kemudian meningkat tajam menjadi 580.995 orang pada 2023, menembus 669.226 orang pada 2024, dan terus merangkek naik hingga 694.123 orang sepanjang tahun 2025.​Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit​Dari sisi persebaran geografis, sejumlah kota dengan destinasi pariwisata unggulan menjadi titik awal keberangkatan terbanyak bagi para wisman. Stasiun Yogyakarta tercatat menempati posisi teratas pada Juli 2026 dengan melayani 21.933 wisman.​Posisi berikutnya disusul oleh Stasiun Gambir di Jakarta yang melayani 18.480 wisman, serta Stasiun Bandung di Jawa Barat dengan catatan sebanyak 9.330 wisman.​Secara rinci, daftar 10 stasiun keberangkatan dengan volume wisman tertinggi pada Juli 2026 meliputi Stasiun Yogyakarta sebanyak 21.933 wisman, Stasiun Gambir 18.480 wisman, Stasiun Bandung 9.330 wisman, Stasiun Surabaya Gubeng 4.194 wisman, Stasiun Pasarsenen 4.093 wisman, Stasiun Malang 3.661 wisman, Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng 3.167 wisman, Stasiun Probolinggo 3.061 wisman, Stasiun Lempuyangan 1.977 wisman, serta Stasiun Solo Balapan sebanyak 1.808 wisman.​Secara akumulatif, kesepuluh stasiun strategis tersebut melayani total 71.704 wisman, atau mencakup sekitar 73,97 persen dari keseluruhan total wisman pengguna kereta api jarak jauh pada Juli 2026.​Menurut Anne, tingginya tingkat keterisian penumpang di berbagai stasiun tersebut membuktikan fungsi vital kereta api dalam merajut konektivitas antarwilayah tujuan wisata utama, mulai dari Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Malang, Semarang, Probolinggo, hingga Solo.​“Wisatawan dapat berpindah dari satu kota ke kota lain dengan perjalanan yang terjadwal dan terhubung dengan berbagai destinasi. KAI akan terus menjaga kualitas layanan agar pengalaman menggunakan kereta api semakin nyaman dan berkesan bagi wisatawan selama menjelajahi Indonesia,” tutup Anne.