Darurat Karhutla Paser, 421 Hektar Area Terbakar dalam Dua Bulan

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, PASER – Musim kemarau ekstrem yang dipicu fenomena El Nino kini menghantam Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, hingga memicu krisis lingkungan yang dahsyat. Amukan si jago merah tanpa ampun menggerogoti kawasan hutan dan lahan warga, memicu ancaman bencana ekologis di berbagai wilayah kecamatan.Data terbaru mencatat eskalasi kebakaran yang amat mengkhawatirkan dengan akumulasi luasan mencapai 421,1 hektar lahan hangus terbakar. Kerusakan masif tersebut bersumber dari letupan api yang teridentifikasi menyebar di 150 titik Karhutla dalam kurun waktu kurang dari dua bulan.Gelombang kebakaran dahsyat ini mulai menunjukkan intensitasnya sejak pertengahan Juli 2026. Momen tersebut bertepatan dengan berlakunya peringatan dini BMKG terkait ancaman El Nino ekstrem yang memicu kekeringan panjang dan hawa panas mendidih di wilayah Kalimantan Timur.Kepala BPBD Kabupaten Paser, Ruslan, mengonfirmasi bahwa amukan api menyasar beragam karakteristik wilayah. Menurutnya, pemetaan di lapangan menunjukkan sebagian besar area yang terdampak merupakan kawasan bervegetasi kering yang sangat rentan terpicu percikan api sekecil apa pun. lihat foto Proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kabupaten Paser. Foto: BorneoFlash.com/Aji Yudha“Luasan lahan terdampak yang menembus 421,1 hektar tersebut mencakup area semak belukar, material tumpukan kayu kering, hingga kawasan pepohonan rindang. Yang paling memprihatinkan, sebagian titik api menembus lahan gambut yang sangat sulit dipadamkan jika api sudah meresap ke dalam tanah,” terangnya pada Kamis (27/8/2026).Menghadapi gempuran api di puluhan lokasi bersamaan, benteng pertahanan dikerahkan melalui konsolidasi tim gabungan berskala besar. Personel TRC BPBD Paser, Kodim 0904/Psr, Polres Paser, Manggala Agni, KPHP Kendilo, Disbunak, Disdamkar, Satpol PP, pihak swasta, hingga sukarelawan masyarakat bahu-membahu menembus asap tebal.Perjuangan para petugas di lapangan harus dibayar mahal dengan berbagai hambatan alam yang menyulitkan proses pemadaman. Hembusan angin kencang yang bertiup tidak menentu acap kali membuat kobaran api berbalik arah dan menyebar meluas secara mendadak ke area baru.“Kami juga dihadapkan pada minimnya pasokan air di sekitar lokasi kebakaran. Sumur-sumur warga dan alur air alami banyak yang mengering total akibat kemarau panjang, membuat suplai air untuk armada pemadam menjadi sangat terbatas,” terangnya.Akses medan yang amat berat turut memperlambat gerak cepat tim penanggulangan bencana di lapangan. Jalur darat yang terjal dan tertutup rintangan tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun armada roda empat, diiringi keterbatasan peralatan pemetaan presisi tinggi.Kendati dibayangi beragam kendala geografis dan teknis, kerja keras tim gabungan akhirnya membuahkan hasil signifikan. Seluruh 150 titik api yang sempat berkobar hebat kini berhasil dikuasai dan dipadamkan sepenuhnya oleh petugas di lapangan. lihat foto Proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kabupaten Paser. Foto: BorneoFlash.com/Aji YudhaMeski kobaran api utama telah dipadamkan, pihak berwenang menegaskan bahaya belum sepenuhnya berlalu. Tim gabungan masih disiagakan di lokasi-lokasi rawan untuk melakukan pemantauan ketat guna mengantisipasi munculnya bara api tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran susulan.“Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, kami melaksanakan sosialisasi penegakan hukum terus digencarkan secara masif kepada seluruh lapisan masyarakat. selain itu, kami mengimbau warga untuk segera melaporkan titik asap sekecil apa pun dan menegaskan ancaman pidana berat bagi siapa saja yang nekat membuka lahan dengan cara membakar,” pungkasnya. (*)