Kemenhub Perluas Zona Pick-Up dan Drop-Off Bacitra dan Angkutan Antarmoda Balikpapan-IKN

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkuat integrasi transportasi publik sebagai bagian dari kesiapan kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Langkah tersebut ditandai dengan peluncuran zona pick-up dan drop-off layanan Balikpapan City Trans (Bacitra) serta angkutan antarmoda Balikpapan–IKN di Plaza Balikpapan dan Pelabuhan Semayang, pada Kamis (27/8/2026).Kegiatan yang digelar di Plaza Balikpapan, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Klandasan Ilir, Kecamatan Balikpapan Kota, tersebut juga dirangkai dengan kick-off normalisasi dan penyesuaian dimensi kendaraan bermotor di Kalimantan Timur.Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kalimantan Timur, Renhard Ronald, mengatakan penataan zona pick-up dan drop-off merupakan bagian dari komitmen Kementerian Perhubungan, dalam meningkatkan kualitas serta konektivitas transportasi darat di Balikpapan.Fasilitas tersebut diarahkan untuk mendukung mobilitas masyarakat menuju berbagai simpul transportasi, mulai bandara, pelabuhan, pusat kegiatan masyarakat, hingga kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD).Penataan titik naik dan turun penumpang juga diharapkan menciptakan layanan yang lebih tertib, aman, dan nyaman sekaligus memperkuat integrasi antarmoda, khususnya konektivitas Balikpapan menuju IKN.Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menilai tingginya minat masyarakat menjadi sinyal positif bagi pengembangan transportasi umum massal di kota tersebut.Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud melalui Pj. Sekretaris Daerah Kota Balikpapan Agus Budi Prasetyo mengatakan, sebagai kota penyangga utama IKN, Balikpapan menghadapi peningkatan mobilitas orang dan logistik yang signifikan.Karena itu, kebijakan transportasi diarahkan pada penguatan konektivitas, aksesibilitas, serta integrasi angkutan umum massal yang aman, nyaman, ramah, dan inklusif. lihat foto Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Kalimantan Timur, Renhard Ronald, pada peluncuran zona pick-up dan drop-off layanan Balikpapan City Trans (Bacitra) serta angkutan antarmoda Balikpapan–IKN di Plaza Balikpapan dan Pelabuhan Semayang, pada Kamis (27/8/2026). Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri“Balikpapan Nyaman untuk Semua menjadi visi yang turut mendasari pengembangan transportasi publik. Menurutnya, pengelolaan transportasi saat ini penting dilakukan untuk mengantisipasi potensi kemacetan di masa mendatang.Salah satu indikator positif terlihat dari operasional Bacitra. Saat ini terdapat 21 unit bus yang melayani tiga koridor, ditambah tiga armada cadangan.Tingkat keterisian penumpang pada Agustus 2026 bahkan tercatat berada di kisaran 93 hingga 140 persen.Angka tersebut dinilai menunjukkan layanan angkutan umum dengan skema Buy The Service (BTS) semakin diterima dan diminati masyarakat.“Hal ini menunjukkan bahwa layanan angkutan umum massal perkotaan dengan konsep Buy The Service ini dirasakan manfaatnya dan sangat diminati oleh masyarakat Kota Balikpapan,” kata Agus.Untuk mengimbangi pertumbuhan pengguna Bacitra, Pemkot Balikpapan juga menyiapkan pembangunan fasilitas halte di sejumlah koridor utama.Halte baru nantinya dirancang lebih ramah bagi penyandang disabilitas, nyaman, serta terintegrasi dengan pusat-pusat mobilitas masyarakat.Kehadiran halte tersebut akan diperkuat dengan zona khusus pick-up dan drop-off di simpul strategis seperti Plaza Balikpapan dan Pelabuhan Semayang.Integrasi ini diharapkan memudahkan masyarakat beralih secara bertahap dari kendaraan pribadi menuju transportasi umum massal.Selain transportasi penumpang, pemerintah juga mulai memperkuat penataan kendaraan angkutan barang. Kick-off normalisasi dan penyesuaian dimensi kendaraan bermotor menjadi bagian dari persiapan menuju penerapan Zero Over Dimension Over Loading (Zero ODOL) 2027.Pemkot Balikpapan menilai kendaraan yang melebihi kapasitas muatan maupun dimensi tidak hanya berpotensi mempercepat kerusakan infrastruktur jalan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.Pemkot pun menyatakan dukungan terhadap langkah penegakan aturan, termasuk pelaksanaan pemotongan fisik kendaraan secara simbolis dalam kegiatan tersebut. lihat foto Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud melalui Pj. Sekretaris Daerah Kota Balikpapan Agus Budi Prasetyo, pada peluncuran zona pick-up dan drop-off layanan Balikpapan City Trans (Bacitra) serta angkutan antarmoda Balikpapan–IKN di Plaza Balikpapan dan Pelabuhan Semayang, pada Kamis (27/8/2026). Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri“Ketertiban armada logistik adalah kunci agar roda perekonomian superhub Kalimantan Timur tetap melaju dengan selamat,” ujar Agus.Pemkot Balikpapan selanjutnya mengajak jajaran pemerintah, asosiasi pengusaha logistik, hingga masyarakat untuk bersama-sama mendukung operasional Bacitra sekaligus menjaga fasilitas transportasi yang telah dibangun.Penguatan transportasi publik dan penataan kendaraan angkutan barang dinilai menjadi dua sisi penting dalam membangun sistem transportasi Balikpapan yang lebih terintegrasi, aman, dan siap menopang konektivitas menuju IKN. (*)