Kondisi perlintasan rel JPL 1, TKP taksi listrik tertabrak KRL antara Stasiun Karet-Tanah Abang, Selasa (25/8/2026). Foto: Joakhim Tharob/kumparanPT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta menjelaskan insiden taksi listrik yang tertabrak KRL di perlintasan sebidang JPL 1 Karet, Tanah Abang, Jakarta Pusat. KAI menyebut petugas perlintasan sempat mengarahkan kendaraan itu untuk menepi agar tidak berada di jalur kereta.Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan kondisi lalu lintas saat kejadian sedang padat karena terdapat lampu lalu lintas di depan perlintasan.“Kebetulan lalu lintas sedang padat karena di depannya ada lampu lalu lintas,” kata Franoto kepada kumparan, Selasa (25/8).Menurut Franoto, petugas kemudian mengarahkan taksi listrik tersebut ke sisi kiri jalan agar bagian kendaraan tidak berada di ruang jalur kereta. Namun, kendaraan disebut tidak bergerak hingga akhirnya bagian belakang mobil masih berada di jalur KA ketika kereta melintas.“Mobil sama petugas di arahkan ke sebelah kiri biar bebas dari jalur KA, tapi malah tidak bergerak, sehingga terjadi insiden temperan karena bagian belakang mobil masih berada di ruang jalur KA,” ujarnya.Franoto Wibowo, Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta. Foto: Aditya Nugraha/kumparanFranoto menegaskan petugas penjaga perlintasan telah berupaya mencegah terjadinya kecelakaan dengan mengarahkan kendaraan keluar dari jalur KA. Namun, menurutnya, instruksi tersebut diindahkan oleh pengemudi.“Jadi petugas penjaga perlintasan sudah berusaha agar tidak terjadi temperan, dengan mengarahkan mobil ke sebelah kiri jalan, tapi drivernya tidak mengindahkan instruksi petugas,” katanya.Taksi listrik Green SM tertabrak KRL Commuter Line KA 5744B relasi Angke-Manggarai di JPL 1 Karet pada Senin (24/8) sekitar pukul 20.44 WIB.Dalam kejadian tersebut, tiga orang mengalami luka, terdiri dari satu pengemudi dan dua penumpang. Ketiganya kemudian dibawa ke RS Mintohardjo untuk mendapat perawatan.