Indosat - Arsari Group Bangun RAIA Grid: Jalan Tol Digital 86.000 Km Berbasis AI

Wait 5 sec.

Peluncuran RAIA Grid di Jakarta, Rabu (26/8/2026). Foto: Kevin S. Kurnianto/kumparanPT Infra Fiber Teknologi (IFT) resmi meluncurkan RAIA Grid, platform infrastruktur digital berbasis kecerdasan buatan atau AI, dan akan mengelola lebih dari 86.000 kilometer jaringan fiber optik di seluruh Indonesia.RAIA Grid adalah platform infrastruktur digital independen yang dioperasikan oleh PT Infra Fiber Teknologi (IFT), hasil kolaborasi Arsari Group milik Hashim Djojohadikusumo dan Indosat Ooredoo Hutchison. Proyek ini merupakan kelanjutan dari kerja sama strategis yang dimulai sejak Desember 2025. Saat itu, Indosat dan PT Aplikanusa Lintasarta mengalihkan kepemilikan saham mereka di IFT kepada PT Nusantara Fiber Teknologi (NFT), platform investasi milik Arsari Group.Dengan jaringan fiber lebih dari 86.000 km yang mencakup backbone nasional, kabel bawah laut domestik, hingga jaringan akses, RAIA Grid dirancang sebagai "jalan tol digital" (digital superhighway) yang menghubungkan pusat data, penyedia layanan cloud, operator telekomunikasi, korporasi, hingga infrastruktur AI di seluruh Indonesia."Apa yang kita bangun hari ini menentukan masa depan Indonesia. RAIA Grid merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk memperkuat kapabilitas digital Indonesia melalui pengembangan infrastruktur, ilmu, dan talenta yang dibutuhkan untuk membentuk masa depan AI kita sendiri," kata Founder and Chairman Arsari Group, Hashim Djojohadikusumo."Kami tidak hanya membangun untuk hari ini, tetapi juga untuk generasi mendatang, guna menciptakan kapabilitas berkelanjutan bagi bisnis, industri, dan seluruh masyarakat Indonesia. Kami bangga dapat membangunnya dari Indonesia, untuk Indonesia, dan untuk dunia."Hashim Djojohadikusumo saat peluncuran RAIA Grid di Jakarta, Rabu (26/8/2026). Foto: Kevin S. Kurnianto/kumparanBerbeda dari infrastruktur fiber konvensional, RAIA Grid mengusung model open-access, jaringannya bisa dimanfaatkan bersama oleh berbagai operator telekomunikasi, hyperscaler, penyedia layanan cloud, dan korporasi, tanpa terikat eksklusif pada satu operator tertentu. Model ini memungkinkan konektivitas 5G dan fiber-to-the-home (FTTH) berjalan berdampingan dengan koneksi antar pusat data berkapasitas besar.RAIA Grid berbeda dari pemain infrastruktur fiber lain. Mereka mengintegrasikan jaringannya dengan Machine Learning, AI, dan Agentic AI ke dalam seluruh siklus operasinya, mulai dari:Perencanaan jaringan dan prediksi permintaanOptimasi rute fiber dan investasiOtomatisasi peluncuran sistemPemeliharaan prediktif dan operasional yang otonomPendekatan ini dilakukan demi menghasilkan infrastruktur berlatensi rendah yang sanggup mengantisipasi lonjakan kebutuhan komputasi AI. RAIA Grid merupakan bagian dari ekosistem yang lebih besar dari Indosat dan Zankore. Zankore adalah platform infrastruktur AI data center berkapasitas hingga 1 gigawatt yang belum lama ini diluncurkan Indosat bersama Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA. Dengan menyatukan tiga elemen ini, Indosat dan Arsari Group berupaya menghadirkan rantai penuh dari konektivitas fiber, komputasi AI, hingga layanan berbasis kecerdasan buatan dalam satu ekosistem yang saling terhubung.“Peluang di depan kita jauh lebih besar dari sekadar konektivitas. RAIA Grid sedang membangun ‘jalan tol’ yang menghubungkan pusat data, platform cloud, pelaku usaha, dan infrastruktur AI, guna menciptakan fondasi bagi ekosistem AI yang utuh," kata President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha."Dengan menyatukan RAIA Grid, Indosat, dan Zankore, kami menghubungkan lapisan krusial yang dibutuhkan untuk menjadikan AI lebih nyata, berskala luas, serta mudah diakses di seluruh Indonesia. Konvergensi ini memungkinkan kami melangkah lebih jauh, dari sekadar menghubungkan infrastruktur menjadi menghubungkan kecerdasan, serta menciptakan peluang baru bagi pelaku usaha, industri, dan masyarakat."