Para Kiai Kumpul di Lirboyo, Minta Prabowo Tindak Pejabat Intervensi Muktamar NU

Wait 5 sec.

Forum silaturahim para kiai sepuh di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jatim, Rabu (26/08/2026). Foto: Dok. NUPara kiai sepuh Nahdlatul Ulama menggelar pertemuan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Rabu (26/8), menjelang Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).Pertemuan tersebut menghasilkan tujuh poin, salah satunya meminta Presiden Prabowo Subianto mengambil tindakan tegas terhadap menteri atau pejabat yang dinilai ikut campur dalam proses pemilihan di Muktamar ke-35 NU.Sejumlah kiai yang hadir antara lain KH Ma'ruf Amin, KH Anwar Manshur, KH Abdullah Kafabihi Mahrus, KH 'Athoillah Sholahuddin Anwar, KH Mu'adz Thohir, KH Abdullah Ubab Maimoen, dan KH Muhibbul Aman Aly.KH Muhibbul Aman Aly mengatakan, para kiai menaruh kepercayaan kepada Prabowo untuk menjaga kemandirian NU. Ia berharap Presiden menindak pejabat yang melakukan tindakan yang dapat dinilai sebagai intervensi terhadap proses muktamar."Kami menaruh kepercayaan kepada Bapak Presiden untuk menjaga agar pemerintah tetap berdiri pada posisi kemandirian Nahdlatul Ulama. Apabila terdapat pejabat menteri atau lainnya yang melakukan tindakan tidak patut yang dapat dinilai sebagai intervensi terhadap proses muktamar, kami berharap kepada Bapak Presiden untuk mengambil tindakan tegas," kata KH Muhibbul Aman Aly dikutip dari laman resmi NU.Menurutnya para kiai siap menyampaikan langsung informasi dan hal-hal yang menjadi keprihatinan mereka kepada Presiden."Kami siap menghadap Bapak Presiden untuk menyampaikan secara langsung informasi dan hal-hal yang menjadi keprihatinan kami demi menjaga kehormatan pemerintah, kemandirian Nahdlatul Ulama dan kedaulatan NU," imbuhnya.Minta Tak Ada Tekanan kepada MuktamirinMuhib juga meminta pihak eksternal yang memiliki kekuatan politik tidak mengintervensi atau mengintimidasi muktamirin dalam menentukan pilihan. Menurutnya, tindakan tersebut tidak menghargai kedaulatan forum dan organisasi."Hindari segala bentuk tekanan yang dapat dipersepsikan sebagai tekanan pengondisian atau intervensi terhadap proses dan keputusan Muktamar," tuturnya saat membacakan hasil pertemuan tersebut.Dewan Penasihat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ma'ruf Amin memberikan keterangan pers terkait pertemuan dengan sejumlah ulama sepuh NU di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (20/8/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparanSebelumnya, Mustasyar PBNU KH Ma'ruf Amin meminta pemerintah memberikan keleluasaan kepada peserta Muktamar NU untuk menentukan pilihan secara berdaulat."Saya yakin Presiden juga bersikap seperti itu dan juga jangan sampai ada pihak-pihak di bawahnya yang tidak melaksanakannya," ujar KH Ma'ruf.Ia juga meminta panitia memastikan Muktamar Ke-35 NU berlangsung kondusif sesuai nilai dan akhlak yang diteladankan para ulama pendiri NU."Kepada para pelaksana, para panitia supaya menjaga supaya Muktamar ini berjalan dengan kondusif. Jangan terjadi apa-apa dan supaya berjalan secara demokratis dan jujur sesuai dengan akhlak NU," tutur Rais Aam PBNU masa khidmah 2015-2018 itu.