Menag Ingatkan Bahaya Asap Karhutla, Ajak Warga Lindungi Lingkungan

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak masyarakat menjadikan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai musuh bersama karena asap mengancam kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan.“Mari kita menjadikan asap itu sebagai musuh bersama,” ujar Nasaruddin saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tingkat nasional di Jakarta, Rabu.Nasaruddin mengatakan kabut asap akibat pembakaran hutan tidak hanya mengganggu aktivitas dan pernapasan masyarakat, tetapi juga memicu masalah kesehatan serius, terutama bagi penderita gangguan pernapasan seperti asma.Menurut dia, masyarakat perlu memandang karhutla bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan juga ancaman terhadap kehidupan manusia. Karena itu, ia mengajak masyarakat menghentikan kebiasaan membuka lahan dengan membakar.Nasaruddin mengaitkan upaya mencegah karhutla dengan keteladanan Rasulullah SAW dalam menjaga alam. Ia mengingatkan bahwa Nabi Muhammad SAW melarang umatnya merusak lingkungan.Ia juga mengutip hadis Rasulullah SAW yang mendorong umat menanam dan menjaga pepohonan untuk merawat bumi.“Seandainya dunia ini besok pasti kiamat, tetaplah kalian menanam pohon,” tegas Nasaruddin.Ia menilai pesan tersebut tetap relevan dengan kondisi lingkungan saat ini. Menurutnya, pembukaan lahan dengan membakar pepohonan merusak ekosistem dan menurunkan kualitas udara.“Nasihatilah saudara-saudara kita agar kita jangan membiasakan membersihkan atau membuka kebun-kebun dengan membakar pepohonan, sebab itu akan merusak oksigen, merusak alam, merusak paru-paru bumi,” katanya.Pada peringatan Maulid Nabi tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Gerakan Nasional Gema Selawat Kebangsaan dan Ngaji Sirah Nabawi.Kemenag menggelar kegiatan bertema “Meneladani Akhlak Rasulullah: Merajut Persaudaraan, Memuliakan Kemanusiaan” untuk memperkuat spiritualitas umat sekaligus mendorong kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.Sebagai pembuka rangkaian kegiatan, Kemenag juga menggelar Peringatan Maulid dan Ijazah Kubro Dalail Khairat.Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad mengatakan Gerakan Nasional Gema Selawat Kebangsaan mengajak jutaan umat berselawat secara serentak.Gerakan tersebut menargetkan partisipasi 1.781.945 peserta dari seluruh Indonesia. Kemenag memilih angka itu sebagai simbol historis Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.Kemenag juga meluncurkan estafet Ngaji Sirah Nabawi selama tujuh hari bersama para ulama. Kegiatan itu mengajak masyarakat mendalami sejarah kehidupan dan perjuangan Rasulullah SAW secara utuh.“Gerakan ini mengajak masyarakat Indonesia memperbanyak shalawat melalui pembacaan Dalail Khairat, dengan semangat bershalawat untuk negeri meneladani sirah Nabi,” kata Abu Rokhmad. (*)