Skrip asli film Berbagi Suami (2006) karya Nia Dinata dilelang dalam acara Celebrating Independence Through Cinema. Dok: Istimewa Skrip asli film Berbagi Suami (2006) karya Nia Dinata dilelang dalam acara Celebrating Independence Through Cinema yang digelar oleh Ledakan X GLITZ Inclusive di Kuningan City. Acara ini turut dihadiri oleh Nia Dinata serta cast Berbagi Suami 2.0, yaitu Morgan Oey, Jihane Almira, Leoni V.H, dan Sharon Sitania. Dalam acara itu, skrip original film Berbagi Suami (2006) yang dilelang berhasil terjual dengan harga Rp 15 juta. Selain hasil lelang skrip original, terhimpun pula lelang baju senilai Rp 2,5 juta. Ditambah dengan 20% dari penjualan tiket sebesar Rp 843 ribu.Seluruh rangkaian kegiatan itu, berhasil mengumpulkan total donasi Rp 18.343.000. Nominal tersebut akan didonasikan kepada korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Seluruh donasi akan disalurkan melalui Kun Humanity System+.Berkolaborasi dengan Ledakan, komunitas screening yang menyasar generasi Z, dan GLITZ Inclusive, Celebrating Independence Through Cinema menjadi ruang untuk mempertemukan apresiasi terhadap sinema Indonesia dengan aksi solidaritas.Selain lelang, Nia Dinata serta cast Berbagi Suami 2.0, juga berbagi cerita sekaligus menghadirkan sneak peek yang dijadwalkan tayang pada awal 2027. Acara tersebut juga menghadirkan special screening Berbagi Suami (2006) karya Nia Dinata.Film Berbagi Suami 2.0Skrip asli film Berbagi Suami (2006) karya Nia Dinata dilelang dalam acara Celebrating Independence Through Cinema. Dok: Istimewa Berbagi Suami (2006) menjadi salah satu film Indonesia yang memantik diskusi publik mengenai poligami dan relasi perempuan. Setelah dua dekade, film Berbagi Suami 2.0 hadir sebagai interpretasi baru yang merefleksikan dinamika keluarga dan ketimpangan relasi di era modern. Bukan kelanjutan langsung dari film sebelumnya, Berbagi Suami 2.0menghadirkan tiga karakter utama baru dengan latar kehidupan berbeda yang dipertemukan oleh isu poligami sebagai benang merah cerita.Melalui pendekatan yang personal dan relevan dengan kondisi sosial saat ini, film ini mengeksplorasi dampak emosional perselingkuhan dan relasi yang timpang terhadap perempuan, anak, serta keluarga di tengah masyarakat Indonesia modern.