BNPB Ungkap Titik Hotspot dan Kendala Pemadaman Karhutla di Kalimantan-Sumatera

Wait 5 sec.

BPBD bersama tim gabungan berusaha memadamkan karhutla di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Selasa (18/8). Foto: BPBD Kabupaten BulunganBNPB mengungkap perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Operasi pemadaman dilakukan melalui satgas darat dan udara di enam provinsi prioritas.Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan enam provinsi prioritas tersebut yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.“Pemerintah terus mengoptimalkan operasi darat dan udara di 6 provinsi prioritas adalah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, dan Sumatra Selatan,” kata Berton dalam rilis pers BNPB di kanal YouTube-nya, Minggu (23/8).Berikut rincian kondisi hotspot dan kendala pemadaman di sejumlah wilayah:Kalimantan BaratPresiden Prabowo Subianto bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kawasan Kubu Raya, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTOBerton mengatakan terdapat ribuan hotspot yang terdeteksi di Kalimantan Barat berdasarkan tingkat kepercayaan satelit.“Terdapat 273 hotspot dengan kepercayaan tinggi dan 2.420 kepercayaan menengah dan 81 hotspot kepercayaan rendah,” ujarnya.Dengan demikian, terdapat 2.774 hotspot yang terdeteksi dalam tiga kategori tingkat kepercayaan tersebut. Namun, BNPB mengingatkan data hotspot dari satelit masih perlu dikonfirmasi melalui pemantauan di lapangan.“Hasil citra satelit terjadi kenaikan jumlah hotspot dengan kepercayaan tingkat tinggi dibandingkan hari sebelumnya. Namun data hotspot perlu dikonfirmasi dari hasil peninjauan lapangan dan pemantauan patroli udara,” kata Berton.Selain itu, kondisi cuaca juga menjadi perhatian. BMKG memperkirakan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kalimantan Barat pada 23-29 Agustus 2026.“BMKG memperkirakan potensi hujan dengan intensitas hujan ringan di sebagian Kalimantan Barat pada tanggal 23 sampai 29 Agustus 2026, namun potensi kemudahan terjadinya kabut lah masih perlu diwaspadai pada periode 23 sampai 29 Agustus 2026,” tuturnya.Kalimantan TengahSebuah helikopter menjatuhkan air ke hutan dan lahan yang terbakar di daerah Petuk Katimpun di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (20/8/2026). Foto: REINA / AFPDi Kalimantan Tengah, BNPB mencatat 2.479 hotspot dengan tingkat kepercayaan medium hingga tinggi berdasarkan pemantauan satelit hingga pukul 16.00 WIB.“Kita ke Kalimantan Tengah, di mana situasi umum berdasarkan pantauan satelit sampai dengan pukul 16.00 WIB sebagai berikut: terdapat 2.479 titik hotspot dengan tingkat kepercayaan medium hingga tinggi,” kata Berton.Luas lahan yang terbakar di wilayah tersebut mencapai 7.634 hektare.“Luas lahan terbakar sebesar 7.634 hektare dengan jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut di atas 9 km,” ujarnya.Salah satu kendala pemadaman adalah lokasi titik api yang jauh dari sumber air. Kondisi tersebut semakin sulit karena sejumlah sumber air mulai mengering.“Titik api jauh dari sumber air. Dapat kami sampaikan bahwa beberapa titik api jauh dari sumber air, dan sumber air yang digunakan untuk pemadaman mulai kering,” kata Berton.Kalimantan SelatanPetugas berusaha memadamkan Kebakaran Hutan dan Lahan (KARHUTLA) kini sasar Kawasan perkebunan di Jalan Caraka Jaya, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (20/8/2026). Foto: Dok. IstimewaDi Kalimantan Selatan, BNPB mencatat luas lahan yang terbakar mencapai 8.620 hektare. Pemadaman dilakukan dengan mengerahkan ribuan personel Satgas Darat.“Untuk Kalimantan Selatan, operasi Satgas Darat dengan mengerahkan 9.800 personel,” ujar Berton.“Luas lahan terbakar sebanyak 8.620 hektare,” sambungnya.Berton menyebut angin kencang menjadi salah satu kendala karena dapat membuat api cepat meluas. Keterbatasan sumber air juga turut menyulitkan proses pemadaman.“Kendala yang lain adalah angin kencang sehingga membuat api cepat meluas dan sumber air terbatas,” katanya.Selain itu, sebagian besar titik karhutla berada di lahan gambut yang membuat api lebih sulit dipadamkan.“Sebagian besar titik Karhutla berada di lahan gambut sehingga sulit untuk dipadamkan,” ujar Berton.Sumatera SelatanWarga berada di atas perahu tradisional dengan latar belakang jembatan Ampera Palembang yang tertutup kabut asap di kawasan 16 ilir Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (23/8/2026). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTOSementara di Sumatera Selatan, BNPB mencatat luas lahan yang terbakar mencapai 1.926 hektare.“Beda halnya di Sumatera Selatan, dapat kami sampaikan lokasi kebakaran di Provinsi Sumatera Selatan dengan luas 1.926 hektare,” kata Berton.Pemadaman melalui jalur darat menghadapi kendala akses menuju titik api. Selain medan yang sulit ditempuh, sumber air juga mulai surut dan angin bertiup semakin kencang.“Kendala di lapangan untuk operasi darat: tidak ada akses jalan menuju titik api sehingga medan sulit ditempuh, sumber-sumber air mulai surut, dan angin semakin kencang dari titik api,” ujarnya.Sementara untuk operasi udara, kondisi sumber air dan angin turut menyulitkan proses water bombing. Jarak sumber air yang semakin jauh dari titik api membuat proses pengambilan air menjadi lebih sulit.“Untuk operasi udara, sumber air untuk pengambilan air dari paket water bombing mulai surut dan semakin jauh dari fire spot, angin di sekitar fire spot bertiup kencang sehingga menyulitkan untuk manuver helikopter, kondisi jarak pandang yang terbatas,” ujarnya.Penajam Paser Utara, KaltimBPBD bersama relawan dan damkar melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi karhutla yang dapat dijangkau pada wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (19/8). Foto: BPBD Kabupaten Kutai KartanegaraUntuk wilayah Penajam Paser Utara, BNPB mendeteksi 150 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi dalam pemantauan selama 24 jam.“Untuk Penajam Paser Utara, situasi saat ini bahwa dari tim mendeteksi 24 jam terdapat 150 hotspot dengan kategori kepercayaan tinggi,” ujar Berton.Luas lahan terbakar di wilayah Paser tercatat mencapai 2.379 hektare.“Luas lahan terbakar di Paser sebesar 2.379 hektare,” katanya.BNPB juga menyebut operasi modifikasi cuaca (OMC) belum dapat dilakukan karena belum terdapat potensi hujan.“OMC tidak dapat dilaksanakan karena tidak adanya potensi hujan,” ujar Berton.JambiKabut asap selimuti wilayah Jambi pada Minggu (23/8/2026). Foto: kumparanUntuk Jambi, BNPB mencatat luas lahan terbakar mencapai 658 hektare.“Dan untuk lahan terbakar (di Jambi) sebanyak 658 hektare,” kata Berton.Kondisi sumber air juga menjadi salah satu hambatan pemadaman di wilayah tersebut. Titik api disebut berada jauh dari sumber air yang kini mulai mengering.“Titik api jauh dari sumber air, dan sumber air yang digunakan saat ini sudah mulai mengering,” pungkasnya.