Warga mengais puing sisa barang-barang mereka yang terbakar di Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Minggu (23/8/2026). Foto: Ahmad Subaidi/ANTARA FOTOGubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mengatakan pemerintah akan menyiapkan restorasi Kampung Adat Sade, Lombok Tengah, setelah kebakaran yang melanda kawasan tersebut.Lalu menegaskan restorasi tidak akan dilakukan dengan mengubah karakter kawasan adat Sade. Bangunan yang terbakar akan diupayakan kembali seperti kondisi semula karena kawasan tersebut memiliki nilai sejarah dan budaya masyarakat Sasak."Nggak, justru itu nanti pasti prosesnya akan sangat mahal karena kita harus memastikan bahwa itu dibangun kembali seperti, namanya juga restorasi, kembali seperti semula gitu," kata Lalu saat ditemui di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu (23/8).Menurut Lalu, pemerintah terlebih dahulu menangani warga terdampak sebelum masuk ke tahap restorasi kawasan. Sebanyak 70 kepala keluarga (KK) yang tinggal di kawasan tersebut menjadi perhatian utama pemerintah dalam penanganan pascakebakaran.“Setelah menangani korban, menangani masyarakat yang tinggal di situ yang 70 KK, sekarang kita fokus untuk mempersiapkan restorasinya karena kita ini restorasi benda daerah yang bersejarah begitu,” ujarnya.Kampung Adat Sade merupakan permukiman masyarakat Suku Sasak yang mempertahankan rumah tradisional, adat istiadat, kesenian, serta berbagai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Kawasan tersebut juga menjadi salah satu tujuan wisata budaya di Lombok.Kebakaran pada Sabtu (22/8) malam menghanguskan sejumlah rumah dan fasilitas di kawasan adat tersebut. Pemerintah daerah kini mulai mendata bangunan serta benda-benda budaya yang terdampak untuk menentukan langkah pemulihan.Lalu mengatakan proses restorasi akan membutuhkan biaya besar karena pembangunan kembali harus memperhatikan karakter asli kawasan. Pemerintah juga masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab kebakaran.“Masih dilihat penyebabnya. Masih kita masih cari tahu tentang penyebabnya ini. Masih teman-teman melakukan investigasi,” katanya.Lalu menyebut ada kemungkinan kebakaran berkaitan dengan aliran listrik di sejumlah bangunan. Namun, dia menegaskan dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui proses investigasi.“Belum, belum. Kemungkinan ada yang terkait dengan elektriknya, dengan listrik yang ada, aliran listrik yang ada di situ. Di beberapa bangunan itu,” ujarnya.