PM Singapura Umumkan Bantuan SGD 70 Ribu per Anak hingga Cuti Pengasuhan 12 Hari

Wait 5 sec.

Ilustrasi pelajar di Singapura. Foto: ShutterstockPerdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, mengumumkan sejumlah perubahan kebijakan untuk mendukung keluarga dan mempersiapkan Singapura menghadapi masa depan.Dikutip dari The Straits Time, kebijakan tersebut mencakup pemberian cuti pengasuhan anak hingga 12 hari bagi orang tua yang bekerja, dukungan finansial hampir SGD 70.000 atau sekitar Rp 975,73 juta (dengan kurs Rp 13.939 per dolar Singapura) untuk setiap anak, hingga rencana menggabungkan sejumlah pulau kecil di wilayah selatan Singapura.Pengumuman tersebut disampaikan Wong dalam pidato National Day Rally pada Minggu (23/8).Ilustrasi kereta MRT Singapura. Foto: i viewfinder/ShutterstockCuti 12 Hari bagi Ortu BekerjaWong mengatakan, pemerintah Singapura ingin memberikan dukungan kepada orang tua secara lebih konsisten sepanjang perjalanan membesarkan anak, hal ini di luar bantuan pada masa kelahiran anak.Setiap orang tua yang bekerja akan mendapatkan cuti pengasuhan anak selama 8 hingga 12 hari, tergantung jumlah anak berusia 12 tahun ke bawah yang dimiliki. Rincian lebih lanjut mengenai kebijakan tersebut akan diumumkan kemudian.Bantuan SGD 70.000 per AnakSetiap anak WN Singapura akan mendapatkan dukungan finansial langsung hampir SGD 70.000. Selain itu, biaya penitipan anak penuh waktu akan diturunkan menjadi SGD 150 per bulan pada 2030.Di sektor perumahan, Wong mengatakan batas pendapatan untuk mendapatkan apartemen Build-to-Order (BTO) akan dinaikkan menjadi SGD 16.000, sementara batas pendapatan untuk executive condominium menjadi SGD 18.000.Langkah tersebut bertujuan memastikan sebagian besar pasangan warga Singapura tetap dapat mengakses perumahan publik bersubsidi. Keluarga yang mengajukan apartemen pertama juga akan mendapat kesempatan undian tambahan untuk setiap anak yang mereka miliki atau sedang mereka nantikan kelahirannya.Wong mengatakan, kebijakan tersebut merupakan bagian pertama dari rekomendasi kelompok kerja yang bertujuan mengubah pendekatan Singapura terhadap pernikahan dan menjadi orang tua. Kelompok kerja tersebut dipimpin menteri di Kantor Perdana Menteri Indranee Rajah dan dibentuk pada April setelah tingkat fertilitas total (TFR) Singapura turun ke level terendah baru sebesar 0,87 pada 2025.“Kami ingin setiap keluarga tahu: jika anda memilih untuk memiliki anak, pemerintah akan berdiri bersama anda. Kami akan memberikan lebih banyak dukungan,” kata Wong dikutip dari The Straits Time pada Senin (24/8).Ilustrasi keluarga di Singapura. Foto: imtmphoto/ShutterstockMerger Pulau untuk Industri hingga PertahananDalam jangka panjang, Wong membeberkan rencana yang akan menciptakan lebih banyak lahan dan pilihan bagi generasi warga Singapura di masa depan.Dia mulanya menceritakan bagaimana Pulau Jurong dibangun dan dikembangkan menjadi pusat energi dan bahan kimia global. Wong lantas mengatakan Singapura berencana menggabungkan sejumlah pulau kecil di lepas pantai selatan, termasuk Pulau Semakau, Pulau Bukom, dan Pulau Sudong, menjadi sebuah pulau baru di bagian barat.Pulau baru tersebut dapat menjadi dukungan bagi fasilitas manufaktur maju, menampung infrastruktur pembangkit listrik baru untuk memenuhi kebutuhan Singapura di masa depan, sekaligus mendukung kebutuhan pertahanan.Sebuah jalur penghubung baru juga akan dibangun untuk menghubungkan Pulau Jurong dengan pulau baru di bagian barat tersebut.Singapura juga akan mengkaji kelayakan pembangunan terowongan bawah laut yang menghubungkan Pulau Tekong dengan daratan utama. Selain itu, pemerintah akan mereklamasi untuk mengintegrasikan pulau resor Sentosa dengan Pulau Brani yang berada di dekatnya.Wong mengatakan, rencana tersebut membutuhkan sumber daya, perencanaan, dan investasi yang dilakukan oleh sejumlah pemerintahan dalam jangka panjang.“Para perintis kami membangun Pulau Jurong jauh sebelum siapa pun dapat melihat akan menjadi seperti apa pulau tersebut. Mereka merencanakan dan membangunnya untuk generasi kami, dan kini kami akan melakukan hal yang sama untuk generasi setelah kami,” tuturnya.