Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat melakukan peninjauan persiapan peresmian LRT Jakarta di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta, Senin (24/8/2026). Foto: Nur Pangesti/kumparanPemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan pengajuan obligasi daerah senilai Rp 5,6 triliun. Dana obligasi daerah DKI ini direncanakan untuk membiayai sejumlah proyek di sektor transportasi dan kesehatan. Salah satu kebutuhan yang mendorong penambahan nilai obligasi adalah pembangunan perpanjangan LRT Jakarta rute Manggarai-Dukuh Atas.Hal itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, usai melakukan pengecekan terakhir sekaligus uji coba LRT Jakarta jalur Velodrome-Manggarai di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta Selatan, Senin (24/8).Pramono mengatakan, dari total pengajuan obligasi daerah Rp 5,6 triliun, Rp 2,7 triliun dialokasikan untuk LRT, sedangkan sisanya untuk sektor kesehatan, yakni pembangunan RS Sumber Waras.Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan uji coba LRT Jakarta rute Velodrome-Manggarai di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta, Senin (24/8/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan“Yang pertama, mengenai obligasi, memang dari angka Rp 5,6 triliun yang kita ajukan, itu terdiri Rp 2,7 triliun untuk LRT, sisanya untuk kesehatan, yaitu untuk Sumber Waras,” ungkap Pramono.Saat ini Pemprov DKI telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait pengajuan obligasi tersebut. Dia menyebut pembahasan masih berlangsung di tingkat eselon I kementerian terkait.“Sekarang ini dalam tahap pembicaraan dengan eselon I yang ada di kementerian terkait. Tetapi karena ini dilakukan transparan, terbuka, dan saya meyakini bahwa Jakarta pasti mampu untuk menyelesaikan itu, mudah-mudahan izinnya segera bisa dikeluarkan,” jelasnya.Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau lahan di RS Sumber Waras, Jakarta, Senin (27/10/2025). Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparanPramono sebelumnya menjelaskan anggaran pembangunan LRT dari Manggarai hingga Dukuh Atas mengalami perubahan. Anggaran yang sebelumnya diperkirakan Rp 2,1 triliun meningkat menjadi Rp 2,7 triliun karena adanya kebutuhan investasi untuk rangkaian kereta (trainset).“Dulu kami mengemukakan Rp 2,1 triliun, ternyata harus ada investasi untuk trainset-nya yang jumlahnya kurang lebih 16 unit, sehingga totalnya menjadi Rp 2,7 triliun,” tuturnya.Adapun LRT Kelapa Gading-Manggarai yang saat ini telah selesai memiliki panjang sekitar 12,2 kilometer, terdiri dari 11 stasiun, dengan total investasi Rp 12,1 triliun.Sementara untuk pembangunan rumah sakit di lahan eks RS Sumber Waras, Jakarta Barat, saat ini masih berada pada tahap persiapan. Pemprov DKI Jakarta menargetkan peletakan batu pertama atau groundbreaking dilakukan pada Agustus 2026, setelah persoalan hukum dan lahan yang sebelumnya menghambat proyek disebut telah diselesaikan. Rumah sakit tersebut direncanakan dibangun di atas lahan sekitar 3,6 hektare dengan konsep rumah sakit bertaraf internasional, sementara anggaran pembangunannya disebut telah disiapkan Pemprov DKI, dengan nominal sekitar Rp 1,4 triliun.