WN Taiwan Tak Lapor Dugaan Pelecehan di Bali, Polisi Beri Pelaku Sanksi Sosial

Wait 5 sec.

Ilustrasi Pelecehan Seksual. Foto: Nicoleta Ionescu/ShutterstockPolisi tidak melakukan proses hukum terhadap WS (68), terduga pelaku dalam kasus pelecehan seksual yang dialami oleh warga negara (WN) Taiwan. Hal tersebut dikarenakan korban tidak membuat laporan kepada Polres Buleleng, meskipun sudah dihubungi melalui koordinasi dengan Atase Kepolisian Taiwan.Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman, menjelaskan setelah mengetahui video dugaan pelecehan seksual tersebut dari media sosial, Polres Buleleng telah berupaya menghubungi korban melalui media sosial dan surel untuk mendapatkan keterangan langsung.Koordinasi juga dilakukan dengan Atase Kepolisian Taiwan karena korban belum membalas pesan dari kepolisian. Menurut Ruzi, kerja sama dan komunikasi antara Polres Buleleng dengan Atase Kepolisian Taiwan sudah bagus.“Saya punya rekan di Atase Kepolisian Taiwan. Begitu kami lihat media sosialnya dia, ternyata dari Taiwan, kami sudah menghubungi superintenden di sana untuk langsung menghubungi korban,” kata Ruzi, di Buleleng, pada Rabu (26/8).Tidak berselang lama, korban membalas surel dari Polres Buleleng. Dalam surel tersebut, korban mengaku kecewa dengan peristiwa yang dialaminya, tetapi mengatakan bahwa dia tidak ingin melaporkan kejadian tersebut secara resmi kepada kepolisian dan tidak mempermasalahkan lagi.“Kami tawarkan lewat laporan daring, dia bilang tidak ingin memperpanjang. Hanya sebagai pengetahuan kami saja supaya nanti bisa melakukan penghukuman terhadap pelaku,” ungkap Ruzi.Ruzi mengatakan, pelecehan seksual merupakan delik aduan. Meskipun demikian, polisi tetap akan memberikan pembinaan dan efek jera di luar pidana kepada pelaku. Misalnya, dengan memberikan hukuman sosial seperti membersihkan pura atau hukuman yang membuat pelaku sadar bahwa tindakannya tidak benar.Efek jera tersebut diperlukan karena berdampak pada pariwisata di Bali, terlebih Kabupaten Buleleng yang mulai naik daun. Ruzi mengingatkan mengenai pentingnya menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan di Bali.“Walaupun delik aduan, kami tidak tinggal diam dan hanya sekadar dia mengucapkan permintaan maaf saja. Harus ada efek jeranya. Kami enggak mau kejadian seperti ini membuat coreng pariwisata yang ada di Buleleng khususnya, di Bali pada umumnya,” jelasnya.Sebelumnya, terjadi dugaan pelecehan seksual pada Sabtu (8/8) pagi, ketika turis Taiwan tersebut sedang membuat konten outfit check di pinggir jalan kawasan wisata Lovina. Ketika sedang merekam konten, seorang pria yang tidak dikenalnya datang menghampiri.Pria tersebut mengajak korban berjabat tangan sambil menyampaikan harapan agar liburannya menyenangkan. Pada awalnya, korban menganggap tindakan tersebut sebagai bentuk keramahan warga lokal. Namun, situasi berubah ketika jabat tangan berlangsung cukup lama, sehingga korban merasa tidak nyaman.Dalam unggahan di akun Instagram @aurosa_a, korban mengaku merasa tidak nyaman hingga mengalami trauma dan menangis sepanjang perjalanan kembali ke tempat penginapan.