Biasa Garap Mobil, Toko Audio Ini Pernah Pasang Sound System di Jet Pribadi

Wait 5 sec.

Speaker asli bawaan private jet. Foto: Dok. Sterindo AutosoundToko audio mobil biasanya identik dengan kendaraan yang terparkir di dalamnya. Speaker, prosesor, subwoofer, sampai kabel menjadi perangkat yang sehari-hari dikerjakan para mekanik.Sterindo Autosound punya pengalaman yang sedikit berbeda. Toko audio mobil yang berada di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan, itu pernah memasang sistem audio di sebuah private jet.Pengalaman tersebut dilakukan sekitar tahun 2020-an. Sandy, pemilik Sterindo Autosound, mengatakan pemasangan audio pada private jet tersebut menjadi salah satu pekerjaan yang paling berkesan selama dirinya berkecimpung di dunia audio.Speaker yang dipasang Sterindo Autosound pada private jet. Foto: Dok. Sterindo AutosoundAdapun, sistem audio yang terpasang pada burung besi itu antara lain, speaker 3 way system Focal Flax Evo PS165 FXE, amplifier Rockford Fosgate, subwoofer Dominations Buddy 8, dan processor Dominations Call-O-Sum 8425 serta 6425."Coba cari ada nggak yang pernah pasang audio di pesawat? Memang bangga karena kami satu-satunya di dunia yang masang di pesawat. Pesawat itu enggak pernah boleh ada yang masang karena akan merusak garansinya, tapi sampai sekarang aman-aman saja," ungkap Sandy kepada kumparan, Jumat (21/8).Pekerjaan tersebut tidak datang secara tiba-tiba. Pemilik pesawat ternyata sudah lebih dulu menjadi pelanggan toko milik Sandy. Sebelum mempercayakan pemasangan di pesawat, sang pemilik jet pribadi sudah mengetahui pekerjaan Sandy lewat berbagai proyek audio yang pernah dikerjakan pada beberapa mobilnya. "Karena waktu kita mau pasang itu halangannya banyak. Dari generalnya teknisi, engineer-nya, semua itu nolak nggak dikasih. Sampai akhirnya dikasih pasang itu dari pemilik dan data yang kami berikan," tutur Sandy.Fasilitas demo audio mobil di Sterindo Autosound, Gandaria, Jakarta Selatan. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanKendati mendapat penolakan, si pemilik jet pribadi tetap bersikeras melakukan penggantian audio. Untungnya, Sandy selalu memiliki proposal sekaligus blueprint dari setiap proses instalasi secara rinci. Pada akhirnya jet pribadi itu dapat dipasangi sistem audio usai meyakinkan para teknisi dan engineer.Ia bilang, prinsip pemasangan pada pesawat tersebut sebenarnya tidak jauh berbeda dengan memasang perangkat audio di mobil. Perbedaannya terletak pada tingkat kehati-hatian dan prosedur yang harus dipenuhi. Setelah seluruh prosedur disepakati, proses pemasangan berlangsung selama tiga hari kerja. "Pesawatnya buatan Amerika Serikat (US), kodenya 'N'. Dia sekali parkir di landasan itu Rp 57 juta, totalnya dua kali mendarat itu Rp 114 juta karena perlu diuji di udara, ada intervensi atau nggak," tuturnya.Bagi Sandy, pengalaman tersebut menjadi salah satu bukti bahwa dunia audio yang digelutinya sejak lama tidak hanya berkutat pada mobil. Ketertarikannya terhadap audio sendiri sudah dimulai sejak 1998 sebagai penghobi.Workshop audio mobil Sterindo Autosound di Gandaria, Jakarta Selatan. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanKemudian pada 2008, dia mulai menjalankan Sterindo Autosound yang awalnya berlokasi di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan, sebelum pindah ke Gandaria sekitar 2019.Pengalaman tersebut membuat Sandy melihat instalasi audio bukan sekadar urusan memasang perangkat dan menghasilkan suara. Menurut dia, kepercayaan konsumen justru dibangun dari proses pengerjaan yang jelas, mulai dari menjelaskan metode pemasangan hingga mendokumentasikan setiap detail instalasi.Hal itulah yang akhirnya membawa usaha audio mobil milik Sandy dari mengerjakan mobil hingga dipercaya menangani sistem audio dari sebuah mobil hingga di jet pribadi."Cuma kereta doang yang kami belum pernah pasang. Mobil, bus pariwisata, kapal, pesawat sampai audio rumahan semuanya sudah, pokoknya tinggal kereta," pungkasnya.