Suasana Gracious Project di Denpasar, Kamis (27/8/2026). Foto: kumparanBermula dari keinginan untuk membuat skincare alami dan berbagai produk perawatan tubuh dengan bahan berbasis nabati yang aman bagi keluarga, Gracia Chandra membuat sebuah usaha mikro kecil menengah (UMKM) bernama Gracious Project di Bali.Perempuan berlatar belakang formulator tersebut memulai usahanya pada tahun 2020, sewaktu pandemi melanda Indonesia. Produk racikan yang semula digunakan untuk keluarga, akhirnya berkembang menjadi diminati oleh banyak orang.“Awal mulanya mau lebih mengedukasi untuk masyarakat juga, bagaimana caranya bisa memberikan dari bahan-bahan alami terdekat saja. Kita racik menjadi produk yang bagus untuk kesehatan,” kata Gracia ketika ditemui di Gracious Project, Denpasar, Bali, Kamis (27/8).Produk yang digunakan dalam Gracious Project diperoleh dari petani lokal yang berasal dari daerah Bali dan Lombok. Gracia mencontohkan, body lotion yang diproduksi olehnya tidak menggunakan mineral oil, tetapi murni minyak kelapa yang berasal dari kedua daerah tersebut.“Dari petani ada minyak kelapa, terus juga ada cocoa butter, minyak serai, dan minyak citronella,” jelasnya.Pemilik Gracious Project, Gracia Chandra, ketika diwawancarai di Denpasar, Kamis (27/8/2026). Foto: kumparanMeskipun berasal dari bahan lokal, tetapi seluruh bahan tersebut sudah tersertifikasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Gracia mengatakan, Gracious Project memastikan agar petani lokal mempunyai sertifikasi dan kualitas bahan baku yang digunakan terjaga sesuai dengan standar perizinan.Produk Gracious Project dibanderol mulai dari Rp 25.000 hingga Rp 150.000. Namun, Gracia menyebut bahwa produk yang dihasilkan juga termasuk berskala besar untuk vila dan hotel dengan harga yang berbeda.“Produksi hingga ratusan liter sesuai dengan pesanan. Kami juga ada pesanan B2B yang bekerja sama dengan vila atau hotel-hotel partner. Terus kami juga ada hair spa di sini, juga pakai untuk perawatan kami dan pelanggan online,” ungkap Gracia.Seorang karyawan Gracious Project melakukan Live untuk memasarkan produk Gracious Project, Kamis (27/8/2026). Foto: kumparanDalam pemasarannya, Gracious Project dipasarkan melalui digital e-commerce seperti Shopee. Gracia mengatakan, cara seperti itu digunakan untuk mengunggah produk-produk agar lebih dikenal oleh masyarakat.Gracious Project memanfaatkan program dan fitur, seperti iklan Shopee, Gratis Ongkir XTRA, Promo XTRA, Shopee Live, Shopee Video, dan Affiliate Marketing Solution. Menurut Gracia, untuk luar Bali, pembelian paling banyak dilakukan melalui Shopee karena adanya program Gratis Ongkir XTRA.Dengan adanya program tersebut, Gracious Project sering mengirim produk hingga ke Riau dan Kalimantan, dengan ongkos kirim bernilai Rp 0. Khusus wilayah Bali, pengiriman instan sangat diminati oleh masyarakat.Suasana Gracious Project di Denpasar, Kamis (27/8/2026). Foto: kumparan“Kami anggap Shopee itu sebagai partner kami, sehingga kami bisa mengikuti program-program yang mereka sediakan untuk kami, itu merupakan fasilitas untuk kami juga. Kami coba ikuti sesuai dengan jadwalnya,” terang Gracia.Gracia mengatakan, pasar di Bali menerima produk Gracious Project. Alasannya adalah karena masyarakat di Bali mulai mengerti mengenai go green dan keberlangsungan lingkungan. Menurut Gracia, produk-produk Gracious Project menunjang dalam bidang kesehatan.“Harapannya, lebih banyak orang yang tahu dan merek kami boleh dianggap di nasional. Enggak cuma dari merek lokal saja, tetapi bisa dianggap nasional,” tutup Gracia.