Truk Besar Dialihkan, Arus di Simpang Gunung Cermai Diatur Selama Pembangunan Sodetan

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, SAMARINDA — Pengerjaan sodetan drainase di kawasan Jalan RE Martadinata, tepatnya di simpang Jalan Gunung Cermai, mulai berdampak terhadap kelancaran lalu lintas. Satlantas Polresta Samarinda bersama Dinas Perhubungan (Dishub) menerapkan rekayasa arus untuk mengantisipasi kepadatan selama proyek berlangsung.Kendaraan roda enam ke atas atau kendaraan berukuran besar diarahkan menggunakan jalur alternatif melalui Jalan Juanda. Sementara kendaraan roda dua dan roda empat masih diperbolehkan melintasi kawasan simpang Gunung Cermai dengan sistem pengaturan arus.Kanit Turjawali Satlantas Polresta Samarinda, Iptu Ismail Marzuki mengatakan, skema pengalihan tersebut telah dibahas melalui koordinasi antara Satlantas dan Dishub Samarinda. Pengaturan dilakukan menyusul dimulainya pekerjaan drainase pada sisi Jalan Gajah Mada menuju Jalan RE Martadinata.“Volume kendaraan biasanya meningkat pada pagi dan sore hari. Pengendara yang melintas di sekitar RE Martadinata dan Gunung Cermai perlu mengantisipasi kemungkinan antrean kendaraan,” kata Ismail, pada Kamis (27/8/2026).Menurut Ismail, kendaraan besar menjadi perhatian utama karena ruang jalan di sekitar lokasi proyek terbatas. Karena itu, kendaraan roda enam ke atas diarahkan untuk tidak melewati titik pengerjaan dan menggunakan Jalan Juanda.Sedangkan kendaraan roda dua dan roda empat masih dapat melintas di depan simpang Gunung Cermai. Namun, pengendara harus bersiap menghadapi perlambatan karena badan jalan yang tersedia harus dibagi untuk mengatur arus kendaraan.“Untuk kendaraan besar kami arahkan lewat Juanda. Sedangkan mobil dan sepeda motor masih bisa melintas, hanya saja akan terjadi perlambatan karena ruang jalan terbatas,” ujarnya.Pekerjaan sodetan yang sebelumnya dijadwalkan dimulai pada Senin (24/8/2026) mengalami penyesuaian dan baru dimulai pada Rabu (26/8/2026). Tahap awal pekerjaan difokuskan pada sisi Jalan Gajah Mada menuju Jalan RE Martadinata.Pekerjaan tersebut dilakukan selama 24 jam dan pada titik konstruksi akses kendaraan ditutup. Meski demikian, satu lajur masih disediakan untuk menjaga agar arus lalu lintas tetap dapat berjalan.“Ditutup total di bagian yang dikerjakan, tetapi masih ada satu lajur yang digunakan untuk arus lalu lintas. Mudah-mudahan satu atau dua hari bisa segera dibuka kembali,” jelas Ismail. lihat foto Papan petunjuk pengalihan arus lalu lintas terpasang di sekitar lokasi pengerjaan sodetan Jalan RE Martadinata atau simpang Gunung Cermai, Samarinda. Foto: BorneoFlash.com/Nur AinunnisaSetelah tahap pertama rampung, pengerjaan akan dilanjutkan pada sisi berlawanan, yakni dari arah Jalan RE Martadinata menuju Jalan Gajah Mada. Pelaksanaan tahap berikutnya akan menyesuaikan hasil evaluasi pada pekan pertama pekerjaan.Satlantas Polresta Samarinda mengingatkan pengguna jalan untuk memperhitungkan waktu perjalanan, terutama ketika melintas pada pagi hingga sore hari. Pengendara yang menuju Jalan Gajah Mada, RE Martadinata dan Gunung Cermai juga disarankan mempertimbangkan jalur alternatif untuk menghindari perlambatan.“Imbauannya kepada pengguna jalan yang melintasi Gajah Mada dan sekitarnya agar mengantisipasi jam padat, terutama pagi saat aktivitas sekolah dan sore sekitar pukul 15.00 sampai 18.00,” pungkas Ismail. (*)