Muktamar NU, Gus Yahya Yakin PWNU dan PCNU Tak Mudah Dipengaruhi Pragmatisme

Wait 5 sec.

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya meninjau lokasi Muktamar ke-33 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Rabu (26/8/2026). Foto: PBNUKetua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya meyakini Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) memiliki integritas sehingga tidak mudah dipengaruhi kepentingan pragmatis dalam Muktamar ke-35 NU.Hal itu disampaikan Gus Yahya saat ditemui di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Jumat (28/8). Pernyataan tersebut disampaikan saat ia ditanya soal dugaan intervensi terhadap PWNU dan PCNU yang mendukung dirinya sebagai calon petahana."Ya, intervensi atau tidak, saya kira PW dan PC ini adalah kader-kader yang memiliki integritas yang tinggi, sehingga mereka tidak mudah dipengaruhi dengan hal-hal yang pragmatis, dan mereka akan setia kepada idealisme organisasi untuk mencari apa yang terbaik bagi jam'iyyah ini, ya," kata Gus Yahya.Situasi pintu masuk registrasi peserta Muktamar ke-35 NU di Ponpes Bahrul Ulum, Jombang, Kamis (27/8/2026) Foto: Farusma Okta Verdian/kumparanMenurut Gus Yahya, Muktamar ke-35 NU memiliki posisi strategis karena menjadi muktamar pertama setelah NU memasuki abad kedua. Karena itu, keputusan yang dihasilkan dalam forum tersebut akan menentukan arah perjalanan organisasi ke depan."Supaya, karena ini adalah muktamar yang sangat strategis, sangat istimewa, muktamar pertama di abad kedua, sehingga apa pun yang menjadi keputusan muktamar ini akan menentukan bagaimana titik tolak Nahdlatul Ulama mengarungi abad kedua ini," ujarnya.Gus Yahya yakin PWNU dan PCNU memahami posisi penting Muktamar ke-35 NU. Ia juga percaya para pemilik hak suara tidak mudah terpengaruh oleh tawaran atau kepentingan pragmatis."Saya yakin PW dan PC memiliki kesadaran kuat tentang hal itu dan mereka tidak akan mudah dibujuk atau dipengaruhi dengan hal-hal yang bersifat pragmatis," tandasnya.