BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan membuka peluang memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Jepang, mulai dari bidang pendidikan, pengelolaan persampahan hingga investasi. Hal itu mengemuka dalam pertemuan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Balikpapan Agus Budi Prasetyo dengan Konsul Jenderal Jepang di Surabaya, Takonai Susumu di Balai Kota Balikpapan, pada Kamis (27/8/2026).Takonai Susumu hadir didampingi stafnya, Muchamad Zinuri. Kunjungan tersebut salah satunya berkaitan dengan pemindahan monumen makam korban perang dari Samarinda ke kawasan Lamaru, Balikpapan.Agus Budi menjelaskan, proses pemindahan makam tersebut telah rampung. Monumen kini ditempatkan di kawasan Lamaru dan diharapkan menjadi lokasi ziarah bagi keluarga maupun rombongan dari Jepang yang datang ke Balikpapan.“Beliau datang karena ada pemindahan monumen makam dari Samarinda ke Balikpapan. Proses pemindahannya sudah selesai dan sekarang disatukan di Lamaru,” kata Agus saat ditemui usai pertemuan didampingi Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Muhammad Andi Yusri.Menurutnya, keberadaan kawasan tersebut berpotensi berkembang menjadi salah satu tujuan wisata sejarah. Pasalnya, rombongan dari Jepang diperkirakan akan rutin datang untuk melakukan ziarah terhadap para korban perang.“Informasinya dalam satu bulan pasti ada rombongan-rombongan dari Jepang yang datang ke Balikpapan untuk melakukan ziarah. Sehingga kawasan itu bisa menjadi kawasan wisata,” ujarnya.Dalam pertemuan tersebut, pihak Jepang juga meminta dukungan Pemkot Balikpapan untuk menjaga keamanan dan ketertiban kawasan makam. Hal ini menyusul mulai munculnya aktivitas pedagang di sekitar lokasi.“Beliau tadi juga meminta bantuan untuk pengamanan kawasan itu, karena banyak pedagang kita yang mulai merambah ke kawasan tersebut,” jelas Agus.Selain membahas kawasan makam, pertemuan juga menjadi ruang untuk menjajaki penguatan kerja sama di sejumlah sektor. Salah satunya bidang pendidikan serta pengelolaan persampahan yang selama ini telah menjadi bagian dari hubungan kerja sama Balikpapan dengan Jepang.Pemkot Balikpapan juga menawarkan sejumlah peluang investasi kepada investor Jepang, terutama pada sektor yang dinilai strategis, seperti penyediaan air bersih dan pengelolaan persampahan.Agus mengatakan, Pemkot Balikpapan menyambut baik apabila terdapat investor asal Jepang yang tertarik menanamkan modal di kota tercinta ini.“Kami menyampaikan kalau ada investor Jepang yang ingin ke Balikpapan, seperti air bersih dan pengelolaan persampahan, itu menjadi potensi investasi yang bisa dilakukan,” katanya.Terkait status kawasan makam, Agus menyebut lokasi tersebut belum secara definitif ditetapkan sebagai cagar budaya. Meski terdapat penanda bertuliskan cagar budaya, secara regulasi kawasan tersebut masih dalam proses pengusulan dan penilaian.Menurutnya, hasil penilaian nantinya menjadi dasar untuk menentukan keputusan mengenai status kawasan tersebut sebagai cagar budaya. Proses tersebut masih menunggu tahapan dan persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku.Pertemuan itu sekaligus memperkuat komitmen kedua pihak untuk meningkatkan hubungan yang selama ini telah terjalin. Pemkot Balikpapan berharap kerja sama dengan Jepang tidak hanya berkaitan dengan pelestarian sejarah, tetapi juga berkembang ke sektor pendidikan, lingkungan, hingga investasi. (*)